Gunung yang menghapus 2 kota

Saya menghabiskan tadi malam untuk melihat video dari youtube tentang dahsyatnya gunung yang satu ini [klik untuk ke video]. Saya benar-benar takjub bagaimana Alloh yang Maha Besar menciptakan makhluk yang mempunyai kekuatan merusak yang sangat besar. Gunung ini terletak di Negara Itali, tepatnya disebelah timur kota Napoli. Sebagai gunung yang tercatat sebagai gunung paling aktif di Eropa, Gunung ini telah berkali-kali erupsi, erupsi paling besar yang pernah dicatat oleh sejarah terjadi pada tahun 79 AD. Gunung ini bernama Gunung Visuvius.

http;//anehdidunia.blogspot.com

Gunung Visuvius saat ini.

Image of a map showing Mount Vesuvius and where it is located in Italy.

Letak Gunung Visuvius

Emmanuel Auger, Ilmuan dari University di Napoli Federico II in Naples, Italy bersama dengan tim melakukan penelitian terhadap Gunung Visuvius. Mereka menggunakan gelombang seismic untuk mempelajari apa yang sebenarnya terdapat di bawah gunung Visuvius saat ini. Cara mudahnya, mereka menggunakan teknik yang sama yang digunakan para dokter kandungan untuk memeriksa janin yang ada di perut ibu. Dari pancaran gelombang seismic tersebut, dengan bantuan komputer, kemudian dicoba untuk menvisualisasikan bentuk bagian bawah Gunung Visuvius. Para ilmuan tersebut kemudian menemukan hasil yang sungguh sangat mengerikan khususnya untuk kelangsungan hidup orang yang tinggal di benua Eropa. Dari penelitian itu diketahui bahwa saat ini di bawah gunung Visuvius terdapat magma yang berada di kedalaman 8 kilometer di bawah Gunung tersebut dan mempunyai luas paling tidak 400 km persegi.

Prediksi kantung magma Gunung Visuvius.

Gambar 3D Gunung Visuvius

Tampilan 3D kantung Magma Gunung Visuvius (lihat link video diatas untuk lebih jelasnya).

KOTA POMPEII DAN HERCULANEUM

Kota Pompeii dan herculaneum terletak di sebelah tenggara dan sebelah timur dari Gunung Visuvius. Kota ini terkenal sebagai pusat maksiat di jaman romawi kuno. Jauh sebelum letusan Gunung Visuvius itu terjadi, tepatnya pada tahun 62 AD, kota tersebut dihantam oleh sebuah gempa yang sangat besar yang meluluhlantakkan bangunan dan kuil. Setelah gempa besar tersebut, kota pompeii menjadi sering dihantam gempa-gempa susulan yang getarannya lebih kecil dari gempa utama. Karena intensitas gempa yang sering dirasakan, penduduk kota tersebut menjadi terbiasa dengan adanya gempa-gempa yang menghantam daerah tersebut. Sampai pada akhirnya mereka juga menganggap biasa gempa pendahuluan yang mendahului meletusnya gunung visuvius.

Menurut catatan sejarah di jaman Romawi kuno, Gempa besar selanjutnya menghantam kota Pompeii pada pagi di tahun 79 AD. Karena seringnya dihantam gempa, mereka tidak waspada terhadap Gunung Raksasa yang berada di belakang mereka. Dan benar saja, tepat di siang hari, Gunung Visuvius meletus dan mengubur kota tersebut dan memusnahkan penduduknya.

Arah pergerakan Abu Gunung Visuvius.

Seorang sastrawan/filsuf Romawi kuno, Pliny the young, menggambarkan detik-detik meletusnya Gunung Visuvius. Saat itu, sang sastrawan tersebut sedang berada di teluk Napoli, menggambarkan Letusan gunung visuvius berbentuk seperti jamur, tegak dan mempunyai payung diatasnya. Abu terlempar jauh tinggi ke atas seperti batang, lalu melebar dan akhirnya berhamburan ke bumi. Tinggi semburan ini diduga mencapai 30 kilometer, dan selama hampir 12 jam kemudian, Pompeii seperti dilapisi abu dan kerikil vulkanis setebal beberapa sentimeter.

Visualisasi Gunung Visuvius berdasarkan catatan Pliny the Young.

Letak Kota Pompeii

Letak Kota Herculaneum

Lapisan debu tebal yang menutupi kedua kota tersebut menyebabkan kota tersebut menjadi kota yang hilang. Hingga pada akhirnya kota Herculaneum ditemukan pada tahun 1738 dan Kota Pompeii ditemukan pada tahun 1784.

Raja Charles VII sangat tertarik dengan temuan-temuan ini hingga memerintahkan untuk melakukan penggalian kembali ke dua kota yang hilang tersebut. Giuseppe Fiorelli yang menjadi kepala tim eskavasi dua kota yang hilang tersebut menggunakan teknik injeksi plester untuk menghilangkan lapisan debu-debu erupsi yang selama ini mengubur kota itu.

 AZAB UNTUK MEREKA YANG DURHAKA

Hasil dari eskavasi yang dilakukan oleh Giuseppe Fiorelli mengungkapkan sebuah fakta yang mengejutkan. Korban keganasana letusan gunung Visuvius ini masih berada di dalam rumah/ruangan mereka tanpa berlari menyelematkan diri. Dari wajah mereka tampak seperti mereka sangat kaget karena ada sesuatu yang menimpa mereka. Dan yang lebih mencengangkan lagi, beberapa dari mereka ditemukan meninggal dalam keadaan sedang keadaan berzina dengan sesama jenis.

Bisa dilacak diberbagai sumber, kota tersebut merupakan pusat prostitusi pada masa Romawi Kuno. Organ kemaluan pria dengan ukuran alsi digantung di pintu-pintu masuk tempat prostitusi tersebut. Menurut tradisi yang mereka yakini saat itu, organ seksual dan hubungan seksual tidaklah tabu dan tidak perlu dilakukan ditempat sembunyi, akan tetapi hendaknya dipertontonkan kepada orang banyak. Na’udzubillah.

Peristiwa itu mengingatkan Kaum sodoom (kaum dari Nabi Luth) yang dimusnahkan oleh Alloh karena mereka durhaka kepadaNYA. Salah satu bentuk kedurhakaannya adalah mereka suka dengan sesama jenis alias Homoseksual. Kemudian Alloh memusnahkan mereka dengan sekejap saja, ya mereka dimusnahkan oleh Alloh dalam waktu semalam saja oleh gempa bumi dan letusan gunung berapi. Al-quran menggambarkan bagaimana kisah yang sangat mengerikan itu terjadi pada Surat Hud ayat 82-83:

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri Kaum Luth itu yang di atas ke bawah (dibalikkan) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. Yang diberi tanda oleh Rabbmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.

Begitu pula dengan Penduduk kota Pompeii, mereka dihancurkan hanya dengan sekejap saja. Ini terbukti dari hasil eskavasi yang dilakukan oleh Giuseppe Fiorelli yang mengatakan bahwa mayat yang ditemukan masih dalam posisi di pembaringan dan mimik muka mereka seperti terkaget-kaget. Hal ini mengindikasikan bahwa bencana tersebut menerjang mereka secara tiba-tiba, tanpa memberikan waktu untuk mereka berlari menyelamatkan diri.

http;//anehdidunia.blogspot.com

http;//anehdidunia.blogspot.com

http;//anehdidunia.blogspot.com

 VISUVIUS SAAT INI.

Sejak tahun 1944, daerah Gunung Visuvius telah dihantam banyak gempa minor (Gempa Kecil). Peneliti dari University of Buffalo, Michael Sheridan, mengatakan bahwa gunung yang terbentuk 25000 tahun yang lalu tersebut mempunyai siklus erupsi besar setiap 2000 tahun sekali. Diantara erupsi besar tersebut terdapat erupsi kecil yang mendahului. Sejarah mencatat, setelah erupsi besar yang terjadi pada 79 AD, terdapat kurang lebih 30 erupsi kecil yang terjadi di Gunung tersebut. Dengan menggunakan asumsi yang dikemukakan oleh sheridan (siklus erupsi besar per 2000 tahun) maka boleh jadi waktu letusan dari Gunung Visuvius tersebut tinggal menunggu waktu. Dengan luas kantung magma yang mencapai 400 kilometer persegi, letusan gunung tersebut tentu akan menyebabkan efek yang sangat besar, daerah eropa pada khususnya, dan Dunia pada umumnya.

Tidak ada yang bisa dilakukan manusia untuk mencegah terjadinya gempa bumi dan gunung meletus. Hal itu disebabkan karena aktivitas tersebut merupakan bentuk kesetimbangan yang diakibatkan karena pergerakan lempeng bumi.

Hanya Alloh lah Rabb Yang Tahu Segalanya, wallahu a’lam bisshowab

Kyoto, 20 Februari 2014

Hidayat Panuntun

Gunung api terbesar di dunia

Masih tentang Gunung Api, saat ini memang Yellowstone Super Volcano merupakan salah satu dari beberapa gunung api aktif yang dikhawatirkan jika meletus. Karena status dari Gunung tersebut termasuk dalam kategori super volcano, tentu dampak yang diakibatkan pun juga akan super.

Tapi tahukah anda, Gunung Api yang paling besar di dunia???

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Dr William Sager dari University of Houston menemukan sebuah penemuan yang sangat menggemparkan. Penelitian tersebut berhasil menemukan sebuah gunung raksasa yang terdapat di dalam laut di Shatsky Rise area yang terletak 1609 km di sebelah timur Negara Jepang. Gunung tersebut diumumkan ke publik sebagai Gunung Api pada tanggal 5 September 2013.

(paper beliau berjudul “William W. Sager et al. An immense shield volcano within the Shatsky Rise oceanic plateau, northwest Pacific Ocean. Nature Geoscience, published online September 05, 2013; doi: 10.1038/ngeo1934”)

The Tamu Massif is located within the Shatsky rise. (ODP)

Lokasi shatsky rise area.

Gunung tersebut diberi nama TAMU MASSIF. Gunung ini terbentuk kira-kira 145 juta tahun lalu dan mempunyai kubah sebesar 450 km × 650 km dengan luas total hampir mencapai 300000 km2. Dengan luas sebesar itu, maka gunung ini mempunyai luas yang lebih besar dari Negara Inggris Raya yang mempunyai luas hanya 229848 km2 dan bahkan 2 kali lipat dari besar pulau Jawa yang mempunyai luas 128,297 km².

3-D map of the Tamu Massif. (IODP/Texas A&M University)

Tampilan 3D Tamu Massif

 Map of the Tamu Massif formation. Grey area, lower right, shows the footprint of Martian Olympus Mons at the same scale (William W. Sager et al).

Formasi Gunung Tamu Massif (http://www.sci-news.com/othersciences/geophysics/science-tamu-massif-largest-volcano-pacific-01366.html)

 Seismic-reflection profile along line A-B on the map, see upper image (William W. Sager et al).

Penampang melintang Tamu Massif dari A ke B (sumber : http://www.sci-news.com/othersciences/geophysics/science-tamu-massif-largest-volcano-pacific-01366.html)

Dengan luas yang melebihi gunung-gunung yang selama ini dikategorikan kedalam SuperVolcano maka bisa gunung tamu massif ini bisa dikategorikan ke dalam MegaVolcano. Gunung yang puncaknya berada di kedalaman 1981 m dibawah permukaan air laut memang berbeda dengan gunung api pada umumnya yang biasanya menjulang tinggi. Gunung ini cenderung berbentuk lebar dan sangat luas (bisa dilihat pada gambar penampang melintang diatas).  Bisa dibayangkan bagaimana ngeri nya apabila gunung tersebut meletus, berapa tinggi gelombang tsunami yang akan terjadi? berapa keras ledakan yang akan terdengar? berapa milyar km kubik material yang dimuntahkan?

Kita saat ini mungkin bisa sedikit lega karena gunung ini oleh para peneliti dikategorikan ke dalam gunung yang sudah punah. Artinya gununng tersebut tidak mempunyai kemungkinan untuk meletus (huuffftt)

Mereka Adalah Tentara Alloh

Orang yang pintar adalah orang yang mampu merasakan kebesaran Alloh lewat ciptaanNYA. Orang yang pintar bukanlah orang yang bergelar professor, ilmuan, dokter sub-spesialis yang menekuni bidang kajian ilmu tertentu. Orang yang pintar adalah orang yang dengan ilmu yang dia miliki semakin takut dan yakin akan kebesaran Alloh.

Seperti yang sudah saya tulis diatas, saat ini para peneliti mengkategorikan gunung Tamu Massif kedalam kelompok gunung yang telah punah. Tapi siapa yang bisa menjamin hal tersebut?? Dalam science menurut para pemikir barat dikatakan bahwa tidak ada kebenaran yang mutlak, tapi tidak dalam agama! Kebenaran itu mutlak milik Alloh Rabb Pemilik Alam. Dan dalam ILMU-NYA, tidak ada suatu hal pun yang tidak mungkin. Betapa banyak kejadian yang tidak mungkin terjadi menurut akal manusia tapi tetap bisa terjadi karena kehendak Alloh!

Bahkan, ada gunung yang sudah dianggap mati, tapi ternyata aktif kembali, subhanallah

Silahkan lihat video dari salah satu televisi di indonesia berikut ini:

Masih banyak sejarah yang mencatat bagaimana suatu hal yang tadinya dirasa tidak mungkin menurut akal manusia ternyata bisa terjadi. Contohnya, pada jaman dulu, orang-orang tentu akan mengatakan tidak mungkin Kerajaan Persia dan Romawi itu kalah dari musuh-musuhnya, tapi kuasa Alloh berkata lain,kedua kerajaan besar (di masanya) itu sekarang tinggal sejarah.

Logika berpikir manusia pasti mengatakan 200.000 pasukan romawi akan menang dengan mudah saat bertempur melawan 3000 pasukan muslim di pertempuran Mu’tah. Tapi sekali lagi, kuasa Alloh berada di atas segalanya. dengan izinNYA, pasukan muslim berhasil mengalahkan pasukan romawi yang jumlahnya hampir 60 kali lipat jumlah pasukan muslim.

Al-quran dengan manis menuliskan sejarah bagaimana hancurnya kaum ‘aad, tsamud, kaum nabi sholeh dan kaum-kaum yang durhaka lainnya. Mereka dibinasakan oleh Alloh melalui tentaraNya dimuka bumi yang berupa Gempa bumi dan Letusan gunung berapi, suara yang mengguntur (halilintar), Banjir bandang, angin yang dingin dan kering. Ya, melalui mereka lah Alloh membinasakan kaum-kaum yang durhaka terdahulu.

Pertanyaan sederhananya sekarang adalah, mungkinkan tentara-tentara Alloh itu juga akan membinasakan kaum yang durhaka pada masa sekarang?? Maka jawabannya adalah mungkin saja karena tidak ada yang tidak mungkin di sisi Alloh.

Bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika Yellowstone di Amerika Serikat meletus, Es di kutub mencair?? Tentu itu akan memberikan efek yang sangat buruk sekali bagi kelangsungan hidup manusia. Bahkan di Indonesia sendiri, kita sedang di intai oleh Gunung Anak Krakatau. Ini bukan Anak haram hasil hubungan gelap, tapi ini merupakan anak hasil letusan dari Ibunya (Gunung Krakatau yang telah meletus pada 27 Agustus 1883) yang menewaskan 36.417 orang padahal saat itu jumlah penduduk tidak sebanyak sekarang. Dengan pertumbuhan yang mencapai 20 Inchi/bulan, bisa dibayangkan bagaimana jika sang Anak  ini kelak mengamuk.

Anak Krakatau, dua tahun sejak awal terbentuknya. Foto diambil 12 atau 13 Mei 1929 (sumber : wikipedia)

 

Anak Krakatau, Februari 2008 (sumber : Wikipedia)

Kembali ke Tamu Massif, saat ini para peneliti mengkategorikan gunung tersebut sebagai gunung yang tidak aktif. Tapi siapa yang bisa menjamin kebenaran hal itu? Boleh jadi tentara Alloh yang satu ini akan aktif saat Alloh memerintahkannya untuk aktif. Sekedar informasi, kedinamisan dari lempeng bumi juga menjadi pemacu suatu Gunung Api untuk meletus. Bahkan sejarah mencatat ada gunung yang sudah dinyatakan mati tapi ternyata aktif dan meletus kembali (lihat video diatas). Maka sekali lagi, tidak ada suatu hal pun di dunia ini yang tidak mungkin di sisi Alloh. Wallahu a’lam bisshowab.

Saya paling suka mengutip bagian pembukaan surat Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam kepada raja-raja di sekitar jazirah arab saat itu.

Semoga keselamatan untuk orang yang mengikuti petunjuk.

 

Kyoto, 15 Februari 2014

Hidayat Panuntun