Gunung berapi yang (mungkin) mengakhiri eksistensi manusia?

Jagad dunia maya hari ini dipenuhi postingan tentang gunung meletus dan dampak-dampaknya. Ya, Hari ini, 14 February 2014, Gunung api aktif di jawa timur menampakkan wujudnya yang sebenarnya. Gunung Api yang bernama Kelud ini meletus selama hampir 3 jam dan memuntahkan material setinggi hampir 17 km. Luas daerah terdampak dari letusan gunung ini sangat luas, bahkan hingga mencapai kota Bandung, jawa barat yang berjarak hampir 700 km dari pusat letusan gunung tersebut.

Indonesia memang surganya bagi gunung api. Kalau jaman SD dulu, saya dapat penjelasan dari bu guru SD bahwa Indonesia berada di cincin api (ring of fire) di area pasifik.

Ring of fire

Sebelum gunung kelud, Indonesia sudah dihantam letusan dari gunung lain, yaitu gunung sinabung. Gunung yang baru saja berhenti memuntahkan isinya itu telah memakan korban paling tidak 14 nyawa orang.

Saat ini mungkin perhatian masyarakat lebih tertuju kepada dua gunung ini (ya jelas lah, wong baru saja meletus). Tapi tahukan anda, suara ledakan yang dikeluarkan gunung kelud tadi malam itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan suara ledakan Gunung Krakatau di selat sunda yang meletus pada 27 Agustus 1883. Gunung itu meletus dengan ledakan yang paling hebat dengan suara yang terdengar hingga jarak hampir 5500 km lebih. Bisa dibayangkan, kalau jalan deandles yang dibangun dari anyer sampai panarukan yang punya jarak 1000an km, berarti suara ledakan Gunung Krakatau 5 kali panjang jalan deandles.

GUNUNG TOBA.

Jauh sebelum letusan gunung Krakatau. Ada letusan yang lebih dahsyat lagi sampai-sampai letusan Krakatau mungkin hanya seperti suara orang batuk saja jika dibandingkan dengan suara letusan gunung ini. Ya, letusan itu mengakibatkan gunung tersebut menjadi hilang 2/3 bagian tubuhnya, dan berganti menjadi danau diameter 90 km (bisa dibayangkan bagaimana besar gunungnya kalau sekarang luas caldera nya saja 90 km). Letusan gunung itu oleh para ilmuan dikatakan sebagai letusan paling dahsyat yang pernah terjadi di muka bumi. Letusan yang mengakibatkan hampir punahnya makhluk hidup dari muka bumi. Gunung itu sekarang kita namakan sebagai “danau toba”.

Gunung toba oleh para ilmuan dikategorikan ke dalam salah satu dari 10 Gunung yang termasuk dalam kategori super volcano (lihat table dibawah). Harap dicatat, sebuah gunung dikategorikan sebagai gunung supervolcano apabila mempunyai kekuatan dan volume meterial muntahan lebih besar dari 1000 km3.  Itu artinya sama dengan kira-kira 1 juta kali kekuatan dari ledakan gunung kelud saat ini.

YELLOWSTONE

Tahukah anda, dari ke 10 super volcano di seluruh dunia tersebut, ada 1 super volcano yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk “tampil”. Gunung tersebut berada di Negara amerika serikat dan dijadikan sebagai taman wisata “national park”. Gunung tersebut diberi nama Yellowstone.

 

Yellowstone dengan caldera yang mempunyai diameter hampir 50 km (warna kuning). (sumber : http://volcanoes.usgs.gov/observatories/yvo/index.html)

Kalau kita melihat Gunung berapi di Indonesia, semua bentuk gunung berapi tersebut berbentuk segitiga dengan sisi lancip berada di atas (mengerucut ke atas) akan tetapi, Yellowstone memiliki bentuk yang berbeda dengan gunung api biasanya. Yellowstone mempunyai bentuk segitiga terbalik, dengan sisi lancip berada di bawah (mengerucut ke bawah). Moncong dari Yellowstone membenam jauh di dasar bumi yang mana menjadikan gunung ini sangat berbahaya sekali. Di bagian atas gunung itu saat ini dijadikan sebagai tempat wisata oleh warga, tapi di bagian bawahnya tersimpan sesuatu yang maha dahsyat. Yang amat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia modern. Minimal (sesuai dengan kriteria super volcano) gunung itu akan mempunyai kekuatan ledakan sebesar 1 juta kali kekuatan ledakan gunung kelud saat ini.

 

Bentuk geometri Yellowstone yang seperti segitiga terbalik, sumber (http://geology.com/usgs/yellowstone-volcano/)

Pada bulan Oktober 2011 lalu, sebuah badan kerja sama yang terdiri dari badan pemantau Super V Yellowstone yaitu The Yellowstone Volcano Observatory (YVO) dan lembaga survey geologi Amerika, dikenal dengan nama The U.S. Geological Survey (USGS), sudah mencatat begitu banyak aktivitas gempa di National Park itu. Tercatat sekitar 27 gempa telah terjadi. Bulan sebelumnya (September 2011) bahkan lebih banyak lagi yaitu 45 kali gempa. Pada bulan Juli terjadi aktivitas gempa 50-an kali. Ini jelas menandakan keaktifan Yellowstone semakin menampak. Seorang mahasiswa postdoctoral dari USGS berhasil mengindentifikasi keberadaan magma di kedalam sekitar 3-6 km dibawah permukaan tanah. Dengan semakin dekatnya magma ke permukaan, maka “masa penampakan” dari Yellowstone pun juga akan semakin dekat.

Dengan kekuatan dan volume yang mencapai (minimal) 1 juta kali dali ledakan Gunung Kelud saat ini, boleh jadi seandainya Yellowstone meletus maka itulah saat-saat terakhir bagi sebagian besar umat manusia di muka bumi ini. Ya, paling tidak letusan gunung itu akan mengancam eksistensi dari Negara yang sekarang bernama Amerika Serikat.

KAUM LUTH, BEKAS VOLCANIC, DAN PELAJARANNYA.

Semua ummat islam mengetahui nabi yang ini, Beliau bernama LUTH, diutus kepada kaum sodom. Berdasarkan kajian arkeologis, kota tersebut berada di wilayah Laut Mati yang terbentang memanjang di antara perbatasan Palestina-Yordania. Al-quran mengkisahkan dengan jelas bagaimana azab Alloh berlaku terhadap Kaum tersebut.

Ayat ke-82 Surat Huud dengan jelas menyebutkan jenis bencana yang menimpa kaum Luth. “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri Kaum Luth itu yang atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan (batu belerang) tanah yang terbakar secara bertubi-tubi.”

Pernyataan “menjungkirbalikkan (kota)” bermakna kawasan tersebut diluluhlantakkan oleh gempa bumi yang dahsyat dan “dihujani dengan batu belerang” mungkin seperti material dari letusan gunung berapi saat itu. Sesuai dengan ini, Danau Luth, tempat penghancuran terjadi, mengandung bukti “nyata” dari bencana tersebut.

Ahli arkeologi dari jerman bernama Werner Keller mengungkapkan di dasar danau luth (sekaran kita kenal dengan laut mati) terdapat retakan yang sangat lebar yang melewati daerah lembah siddim, termasuk Sodom dan Gomorrah. Kejadian tektonik di daerah tersebut diakibatkan karena peristiwa gempa bumi dahsyat yang mungkin disertai dengan letusan, petir, keluarnya gas alam serta lautan api.

Werner keller pun melanjutkan analisisnya, “Pergeseran patahan membangkitkan tenaga vulkanik yang telah tertidur lama sepanjang patahan. Di lembah yang tinggi di Jordania dekat Bashan masih terdapat kawah yang menjulang dari gunung api yang sudah mati; bentangan lava yang luas dan lapisan basal yang dalam yang telah terdeposit pada permukaan batu kapur”.

Saya jadi membayangkan, kalau bencana letusan gunung berapi bisa membinasakan kota Sodom di masa nabi Luth, mungkinkah ledakan Yellowstone juga akan mengancam eksistensi manusia di muka bumi?? Yang jelas, cepat atau lambat, gunung Yellowstone di Amerika Serikat itu pasti akan meletus juga. Sebagai salah satu dari anggota keluarga “super volcano”, letusan yang akan terjadi mungkin akan menjadi letusan paling hebat yang pernah terjadi di muka bumi. Pertanyaannya adalah, sudah siapkan manusia menghadapi semua itu??
wallahu a’lam bisshowab. Hanya Alloh lah yang tahu semua jawabannya. Yang jelas, Alloh telah mengirimkan tanda-tandaNYA berupa letusan gunung-gunung yang tenaganya jauh lebih kecil dari Yellowstone, tapi sudah berakibat yang cukup fatal bagi manusia (khususnya di pulau jawa).

Semoga Alloh memberikan kepada kita petunjuk dan kekuatan agar tetap istiqomah di atas petunjuk tersebut.

Wallahu Musta’an.

Kyoto, 14 Februari 2014

Hidayat Panuntun

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image

9 thoughts on “Gunung berapi yang (mungkin) mengakhiri eksistensi manusia?”