Wahai istriku..

 

Wahai istriku..hari ini, 2 tahun yang lalu adalah saat yang sangat mendebarkan untukku.. Saat aku menggenapkan separuh agamaku dengan menjadikan engkau sebagian tulang rusukku..

 

Wahai istriku..seperti mimpi nabi melihat ‘aisyah..saat malaikat membawa gambarnya pada sepotong kain sutra..saat itu aku pun berdoa, agar Allah berkenan menjadikan engkau pelengkap agamaku..

 

Wahai istriku..Engkau memilihku disaat banyak yang datang memintamu..Engkau memilihku padahal aku tidak punya apa-apa..Engkau memilihku padahal aku tidak setampan nabi yusuf, sekaya nabi sulaiman, segagah nabi musa..

 

Wahai istriku..Saat kebanyakan orang memilih untuk jatuh cinta..Bersama engkau aku memilih untuk membangun cinta..Membangun setinggi-tingginya untuk menggapai syurga..

 

Wahai istriku..ingatkanlah aku jika aku keliru..tegurlah aku jika ada hakmu yang terlalaikan..maafkanlah aku jika aku berbuat salah terhadap engkau..Sungguh aku hanya menginginkan kebaikan untuk keluarga kecil kita..

 

Wahai istriku..Engkaulah madrasah peradaban pertama di rumah kita..Engkaulah yang membentuk anak kita..Dibalik ketegasanmu, ada aura kelembutan yang sangat menyejukkan..Dalam kasih sayangmu, terdapat kekuatan yang menggetarkan..Kesabaranmu dan ketundukanmu yang tanpa batas membuatmu semakin cantik melebihi bidadari..Sungguh memang tak salah Rasulullah menyebutmu 3x berulang..Karena engkau memang tak tergantikan..Oleh siapapun..

 

Wahai istriku..kebaikanmu sungguh sangat besar..Ketaatan, kesetiaan, dan pengorbanaanmu begitu sangat terasa oleh diriku..Wahai istriku..Semoga Allah membalas semua itu dengan memasukkanmu kedalam syurgaNya..karena itu mengingatkan aku dengan sebuah hadist…“Apabila seorang istri mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.”  (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan di shahihkan oleh syaikh al-Albani)..

 

Wahai istriku..semoga Allah menjaga rumah tangga kita diatas ketaatan kepada Allah hingga akhir kehidupan kita di dunia..Dan mempertemukan kembali keluarga kita di awal kehidupan yang abadi di kampung akhirat, didalam syurgaNya..

 

kyoto, 8 Juli 2014

Hidayat Panuntun

Engkau adalah karunia Allah untukku

 

Alkisah suatu ketika saat sepasang suami istri sedang jalan-jalan, si istri tiba-tiba bertanya, “yang, mana yang lebih cantik, ummi atau perempuan di bawah pohon itu”. Si abi yang menyadari “pertanyaan jebakan” dari istri pun memilih untuk diam pura-pura tidak mendengarkan. Si istri pun mengulangi pertanyaan dengan suara yang lebih keras, “sayaang, mana yang lebih cantik antara ummi dan perempuan di bawah pohon itu?”. Si Abi masih saja pura-pura tidak paham dengan pertanyaan istrinya kemudian menjawab, ‘hah, apa mi? (sambil siul siul melihat langit)”. Si istri sudah mulai merah padam, “cepet jawaab!”. Akhirnya si suami pun menjawab, “cantik ummi lah”. Baru selesai menjawab, si istri kemudian langsung menyahut, “abi bohoong.. yang jujur abii”, sambung si istri sambil cemberut. Demi melihat si istri tidak cemberut akhirnya si suami menjawab , “ya udah, cantik dia dikit ummi”. Si istri pun langsung menyahut dengan cepatnya, “dasar abi mata keranjaaang”. Si abi (Suami).. (pura-pura mati).

 

Di lain kesempatan, suatu ketika si istri tertidur menunggu suami pulang dari kantor. Si suami lupa untuk mengabarkan kepada istri bahwa ia akan pulang terlambat. Sesampainya di rumah, si suami pun langsung tidur, karena saking capeknya, si suami pun tertidur tanpa memeluk istrinya. Menjelang shubuh pun si suami bangun untuk melaksanakan sholat malam, suami terkejut saat melihat istrinya sudah bangun dan menangis sesenggukan. Dengan halus suami pun bertanya kepada istri, “ummi kenapa menangis?”. Istri pun menjawab, “abi dah ga sayang lagi sama ummi!”. Jedeeer, suami pun bingung dibuatnya, “kenapa?” tanya suami. “Tadi malem ummi tidurnya ga dipeluk”, kata istri.  Si abi (suami), “tuiing…tuing, (jedot-jedotin kepala ke tembok)”

 

Begitulah seorang perempuan dengan sifat-sifatnya yang telah Allah tetapkan untuk perempuan. Sebagai seorang laki-laki (suami), haruslah bisa memahami sifat dan karakteristik tersebut. Bagi yang sudah berumah tangga, mungkin ada “kejadian menarik” lainnya yang akan membuat tersenyum lebar saat mengingat kejadian tersebut.

Tidak sedikit orang yang sudah berumah tangga, saat ditanya tentang pengalaman mengarungi bahtera rumah tangga, mereka akan menjawab “ternyata tidak seindah dan semulus yang dibayangkan sebelum menikah”. Tapi ijinkan lah saya memberikan jawaban lain, kehidupan rumah tangga itu seindah yang saya bayangkan, bahkan jauh lebih indah dari yang saya bayangkan dahulu sebelum menikah. Bahkan tidak hanya itu, jauh lebih bermakna dan jauh lebih bisa mendekatkan diri kepada Allah ‘azza wa jalla.

Untuk seorang istri, sebelum menikah sah-sah saja membayangkan bahwa kelak suami anda adalah seorang yang rupawan, ganteng, kaya raya, tidak sombong, suka menabung, penyayang, dan berbagai gambaran indah lainya.

Begitu pula dengan seorang suami, sebelum menikah bolah saja membayangkan kelak istrinya cantik bagaikan foto model, kaya, penyayang, dll.

Terwujudkah keinginan “sempurna” dalam bayangan sebelum menikah? Tidak ada yang sempurna di dunia ini, kesempurnaan itu hanyalah milik Allah semata. Tugas kita sebagai hamba adalah mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikan kepada kita. Tidak mungkin bagi setiap keluarga untuk bisa terbebas dari dinamika kehidupan. Ada kalanya bahagia, sedih, tertawa, menangis, itu lah yang telah ditetapkan Allah terhadap anak-anak Adam di dunia ini.

Belajar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Orang terbaik di antara kalian ialah orang yang terbaik dalam memperlakukan istrinya, dan aku adalah orang terbaik di antara kalian dalam memperlakukan istriku.” (Hr. At-Tirmidzi).

Teman, tidak ada salahnya bila sejenak kita kembali memutar lamunan dan gambaran tentang istri ideal dan idaman yang pernah singgah dalam benak Anda. Selanjutnya, bandingkan gambaran istri idaman kita dengan gambaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kaum wanita berikut ini,

“Wanita itu bagaikan tulang rusuk. Bila engkau ingin meluruskannya, niscaya engkau menjadikannya patah, dan bila engkau bersenang-senang dengannya, niscaya engkau dapat bersenang-senang dengannya, sedangkan ia adalah bengkok.” (Muttafaqun ‘alaihi)

“Tidak mungkin istrimu kuasa bertahan dalam satu keadaan. Sesungguhnya, wanita itu bak tulang rusuk. Bila engkau ingin meluruskannya, niscaya engkau menjadikannya patah. Adapun bila engkau biarkan begitu saja, maka engkau dapat bersenang-senang dengannya, (tetapi hendaklah engkau ingat) ia adalah bengkok.” (Hr. Ahmad)

Yup, wanita itu bagaikan tulang rusuk, bahkan hawa pun diciptakan oleh Allah dari tulang rusuk nabi Adam. Oleh karena itu, apabila kita meluruskannya maka akan menjadikannya patah. Wanita itu memang seperti kaca, akan mengkilap apabila dibersihkan dengan lembut tapi akan retak apabila terlalu bertenaga dalam membersihkannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperlakukan dengan sempurna istri-istri beliau. Mari kita simak bagaimana rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersikap saat menjumpai istri nabi marah,

Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berada di salah satu rumah istri-istrinya. Suatu ketika salah seorang dari istri Nabi mengutus seseorang untuk memberikan piring yang berisi makanan kepada Nabi. Kemudian seorang istri Nabi memukul tangan utusan tersebut hingga terjatuhlah piring tersebut dan pecah. Nabi pun segera mengumpulkan pecahan piring tersebut, kemudian mengumpulkan makanan yang telah terjatuh dari piring tersebut. Nabi pun berkata, “Ibumu sedang cemburu.” Kemudian Nabi menahan utusan tersebut sampai menyerahkan piring baru yang ada di rumah istri beliau, sebagai pengganti piring yang telah pecah tadi, dan membereskan pecahan piring yang tadi. (HR. Al-Bukhari).

Ya.. disaat istri beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memecahkan piring, nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  pun segera membersihkan pecahan piring tersebut dan bersabda, “ibumu sedang cemburu”. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak marah atas kejadian tersebut.

Selanjutnya mari kita simak bagaimana rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menenangkan istri-istri beliau yang sedang berselisih (antara hafsah dan shafiyyah), dimana hafsah mencela shafiyyah dengan dengan ucapan yang tidak disukainya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  mendapati shafiyyah sedang menangis dan bertanya, “Apa yang membuatmu menangis?” Shafiyyah menjawab: “Hafshah mencelaku dengan mengatakan begini.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata menghiburnya: “Sesungguhnya engkau adalah putri seorang nabi dan pamanmu adalah seorang nabi dan engkau adalah istri seorang nabi, lalu bagaimana dia membanggakan dirinya terhadapmu?” Kemudian beliau menasehati Hafshah: “Bertakwalah kepada Allah, wahai Hafshah”. (HR. An-Nasai)

Lihatlah bagaimana allah menenangkan shafiyyah dengan pujian yang tinggi, Sesungguhnya engkau adalah putri seorang nabi dan pamanmu adalah seorang nabi dan engkau adalah istri seorang nabi, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak marah kepada hafsah bahkan menasihati hafsah untuk bertakwa kepada Allah.

Nah, sekarang. Sudah selesaikah anda memutar lamunan dan gambaran tentang istri ideal dan idaman yang pernah singgah dalam benak Anda? Kalau sudah selesai, mungkin kita perlu membaca hadist yang telah saya tulis diatas

Wanita itu bagaikan tulang rusuk. Bila engkau ingin meluruskannya, niscaya engkau menjadikannya patah, dan bila engkau bersenang-senang dengannya, niscaya engkau dapat bersenang-senang dengannya, sedangkan ia adalah bengkok”.

Kita tidak akan pernah mendapati tulang rusuk yang lurus sempurna, begitu pula dengan wanita dimana rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpakannya dengan hal tersebut. Bagian yang paling menyenangkan adalah “..dan bila engkau bersenang-senang dengannya, niscaya engkau dapat bersenang-senang dengannya..

Kalau kita sudah selesai memutar lamunan dan gambaran tentang istri ideal yang pernah singgah dalam benak, kita pasti bakal terkejut (terutama untuk saya pribadi) karena akan mendapati berbagai kelebihan dan kebaikan yang terdapat pada istri. 🙂

Segala puji bagi Allah, Rabb yang telah mengaruniakan kepada ku nikmat istri yang shalihat yang menjadi penyejuk hati saat melihatnya.

Kyoto, 4 Juli 2014

Hidayat Panuntun

Tutorial GAMIT part 1

This example is discuss about GPS data processing using GAMIT/GLOBK

The example is set up to :

A. Conduct phase processing (sh_gamit).

B. Compute and plot daily repeatabilities (sh_glred).

So please note that this tutorial is only talked about phase processing using sh_gamit and compute daily repeatability using sh_glred, this tutorial is not (yet) talked about combine daily result using GLOBK processing.

As I said, using this tutorial will yield daily position of your data processing. Even your input rinex is multiple day, the command will generate daily .org file. Then, you can combine this daily result on one file repeatability using GLOBK (will be publish soon) (^_^)v.

enjoy!

–Begin Processing–

1. CREATE PROJECT DIRECTORY FOLDER.

You can done this work manually or by terminal typing on the path where you will work on GAMIT (e.g= Using, mkdir [your project]). Please note that the name of your project must be named with only 4 digit.

2. CREATE GPS DATA, IGS, and BRDC FOLDER.

Just same as before, just create folder and use “rinex”, “igs”, “brdc” as the name for the folder.

a. Rinex data.

Store your GPS data observation in this folder. If you wanna use RINEX from IGS station, you can download easily using GAMIT scritp named “sh_get_rinex”. just type in your terminal “sh_get_rinex -archive sopac cddis -yr [years] -doy [doy] -ndays [days] -sites [IGS sites]”

Noted:

  • years: 4 char year of nav data requested
  • doy: 3 char day of year of nav data requested
  • days: Number of consecutive days of data to retrieve
  • IGS sites: List of sites to be retrieved from the ftp archive (IGS websites)

3. INPUT DATA
firstly, set up GAMIT data environment using “sh_setup” command. Type the command on the terminal under your project folder.
e.g: “sh_setup -yr [year] -apr [itrf]

Noted:

  • year: 4 char year of observation
  • itrf: ITRF that will used on processing

4. ESTABLISH INPUT FILE

Input files provided in advance are lfile, sistbl, sestbl, station.info, process default. Copy and edit those file from gg/tables to directory tables under your project folder.

  • lfile: input the coordinates apriory as initial coordinates (user can use coordinates from RINEX header).
  • sittbl: listed IGS stations used by GAMIT to compute loose constrained solution.
  • sestbl: list and setting of parameters used on GAMIT computation
  • station.info: contain all information related to station that will used on the processing.
  • process.default: file which contain the default process setting.
  • sites.default: file used for controlling the use of station in the processing.
*User is strongly recommended to read GAMIT/GLOBK manual book to make modification of those input file.

 5. AUTOMATIC BATCH PROCESSING (SH_GAMIT)

type

sh_gamit -s [year] d1 d2 -expt [expt] -pres [ress]

e.g: sh_gamit –s 2011 164 167 –expt regi -pres ELEV

noted:

  • -s d1 d2: where d1 is start day and d2 is stop day to be processed. e.g: 2011 164 167
  • -expt: 4 char name of experiment/s to run (check on your input file)
  • -pres: Plot gamit residuals as skyplots. Option: NO / YES (skyplot only) / ELEV (skyplot + phase vs elevation [Default N].

6. SH_GAMIT OUTPUT

Check the summary for number of stations, Postfit RMS , Postfit nrms, ambiguity resolution, and coordinate adjustments in your <doy> folder under your project directory. Look at the sky plots and phase vs elevation angle plots in the /gifs directory. If necessary, compare the q-files and sky plots with those in the check_files directory (Note that the sky plots in check_files are still in postscript, whereas those in /gifs have been converted to gif images.)

fig 1. phase vs elevation angle plot

fig 2. Sky plot

7. SH_GLRED

before start to use sh_glred, user must get template command files into /gsoln by typing (on the terminal) at the project level “sh_glred -cmd

go to /gsoln directory under your project directory, edit globk_comb.cmd and glorg_comb.cmd to use translation-only stabilization, and to use for stablization the apr file and  stab_site list pre-generated for the example.

In globk_comb.cmd, comment out (add a character to column 1, user can put ‘x’ character)

apr_wob 10 10 0 0
apr_ut1 10 0

and uncomment (remove the ‘x’)

x apr_wob .25 .25 .1 .1
x apr ut1 .25 .1

In glorg_comb.cmd, comment out

pos_org xtran ytran ztran xrot yrot zrot
source ../tables/[stab_site.file]

and uncomment (remove the ‘x’)

x pos_org xtran ytran ztran
x source ../../tables/regional_stab_site

*please note, the user must copy [stab_site.file] from gg/tables to tables under the project directory. User can choose stab_site file that will use on the processing. Just make sure for change [stab_site.file] into stab_site name that will used in the processing.

After establishing path and other important file, then type on the terminal:

sh_glred -d [yr day] -s [yr1 d1 yr2 d2]  -expt [expt] -opt H G E LA

-s <yr1 d1 yr2 d2>:   start and stop dates, e.g. -s 2011 164 2011 167

-expt: 4 char name of experiment/s to run.

-opt: Optional input to set some output paramater.

H: Run htoglb on all ascii files present or linked within glfpth (usually procdir/glbf).

G: Run glred for combination or repeatabilities.

E: Run ensum and sh_baseline for plots

LA: call h-files from global global that locally store on your local directory.

*noted: for advance setting, please read GAMIT/GLOBK manual book.

8. SH_GLRED OUTPUT

The script as commanded will translate the GAMIT ascii h-files in each day directory to GLOBK binary h-files and put them into the /glbf directory ( H ); create a gdl file for each day listing the h-file; run GLOBK for each day ( G ) using globk_comb.cmd and glorg_comb.cmd ( G ); and generate time series plots ( E, from program ensum).

In /gsoln, use Ghostscript (‘gs’) to view the time series, which should show wrms repeatabilities at the level of 1 mm horizontal and 2 mm vertical, and nrms values < 1.0. If these are good, there is usually no need to inspect any other files.

Please don’t be hesitate to ask me if you face some difficulties on the processing.

-to be continued (insyaallah, for GLOBK processing).

Kyoto, 3 May 2014

Hidayat Panuntun

 

Kisah perang badar

Minggu ini adalah minggu spesial di jepang. Orang jepang menamai minggu ini dengan “golden week”, awalnya saya mengira ada festival atau kegiatan apa gitu, tapi setelah menanyakan hal tersebut ke teman lab akhirnya jadi paham, disebut golden week itu karena di minggu tersebut berkumpul banyak hari libur. Sebenarnya tidak banyak juga sih, dari 7 hari tersebut 5 harinya adalah hari libur (termasuk sabtu dan minggu). Walaupun libur, saya tidak libur (biasa, sok sibuk), saya diberi “liburan” untuk mengikuti seminar di yokohama, huufftt. Dan tahukah anda, karena kebanyakan session di sampaikan dalam bahasa jepang, kalaupun ada session yang berbahasa inggris topiknya tidak relevan dengan tema penelitian S3 saya, akhirnya kadang saya membunuh waktu di tempat seminar dengan membaca sirah nabawiyah.

 

Artikel ini tidak akan bercerita tentang “liburan” saya di Yokohama, sesuai dengan judulnya, saya akan menuliskan kisah tentang sebuah peperangan yang sangat heroik. Perang besar pertama kali yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya.

Penyiksaan dan perbuatan dzalim yang dilakukan kaum kafir kepada kaum mu’min sudah sangat banyak sekali. Hal tersebut berlangsung hingga kaum muslimin berhijrah ke kota madinah. Saat hijrah, seluruh harta kaum muslimin ditinggalkan di kota makkah. Sebagai bentuk pembalasan, kaum muslimin pun menghadang kafilah dagang kaum kafir Quraisy yang akan pulang menuju kota Makkah.

Saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar ada kafilah dagang Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan bin Harb dengan 40 pengawal bergerak dari Syam membawa harta orang-orang Quraisy, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam segera mengajak kaum Muslimin untuk mencegatnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Ini ada kelompok dagang Quraisy yang membawa harta-harta kaum Quraisy. Cegatlah mereka ! Semoga Allah Azza wa Jalla memberikannya kepada kalian.”

Karena niatan awal hanya untuk mencegat kafilah dagang Abu Sufyan bin Harb maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak memobilisasi semua sahabat untuk ikut dalam pencegatan tersebut.

 

Gambar 1. Rute Kafilah dagang abu sufyan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan pasukan kafir quraisy

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya menyuruh mereka yang memiliki tunggangan untuk ikut serta dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mencela para shahabat yang tidak ambil bagian dalam perang Badar. Jumlah para shahabat yang mengiringi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat itu adalah 319 dengan rincian 230-an kaum Anshar, sisanya kaum Muhajirin. Mereka hanya membawa dua ekor kuda dan 70 unta yang kami tunggangi secara bergantian. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta rombongan berangkat. Saat di Rauha`, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh Abu Lubâbah Radhiyallahu anhu untuk kembali ke Madinah dan mengganti posisi beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pemimpin dan sebelumnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat `Abdullâh bin Ummi Maktûm untuk menggantikan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai imam.

 

Sementara itu, di pihak lain, Abu Sufyân pemimpin kafilah dagang ini terus dalam ekstra waspada dan bersiap-siap mengantisipasi berbagai kemungkinan. Oleh karena itu, ketika berita tentang rencana pencegatan kaum Muslimin ini sampai ke telinganya, dia segera mengirim utusan yang bernama Dhamdham ke Mekah untuk meminta bantuan. Setibanya di Mekah utusan ini berteriak-teriak meminta bantuan sembari memberitahukan harta benda kaum Quraisy yang terancam dirampas oleh kaum Muslimin. Mendengar teriakan ini, sontak seluruh kaum Quraisy keluar dengan membawa senjata, siap berhadapan dengan kaum Muslimin demi menyelamatkan kafilah dagang mereka dan memusnahkan kaum Muslimin yang mereka nilai sebagai ancaman bagi jalur bisnis mereka. Tidak ada seorang pun pembesar Quraisy yang absen dari pertempuran ini kecuali Abu Lahab. Dia menyuruh al-Ash bin Hisyâm menggantikannya. Tidak ada satu keluargapun yang tidak ikut kecuali bani Adiy. Jumlah mereka saat akan berangkat mencapai seribu orang.

 

Kendati sudah mengirim utusan ke Mekah, Abu Sufyân tidak berpangku tangan menunggu kedatangan bala bantuan. Dia terus berusaha mencari berita tentang keberadaan kaum Muslimin. Setelah mendapatkan kepastian posisi kaum Muslimin, dia mengambil jalan lain agar terhindar dari sergapan kaum Muslimin dan ternyata, dia berhasil. Kemudian dia mengirim utusan lagi ke pasukan kaum Quraisy yang masih berada di Juhfah guna memberitahukan keselamatannya dan meminta agar mereka mengurungkan niat menyerang kaum Muslimin. Abu Jahl yang memimpin pasukan kafir Quraisy tidak memperdulikan seruan Abu Sufyân. Abu Jahl mengatakan : “Demi Allah Azza wa Jalla , kita tidak akan kembali ke Mekah sebelum sampai ke Badr. Kita akan tinggal di sana selama tiga hari untuk memotong hewan, memberi makan dan minum khamer sambil menikmati nyanyian para biduwanita. Orang-orang Arab akan mendengar ekspedisi dan perkumpulan kita ini sehingga mereka akan tetap segan kepada kita selama-lamanya. Ayo, majulah !”

 

Kabar tentang pasukan Quraisy ini terdengar juga oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya. Kabar ini direspon oleh para Shahabat dengan respon yang berbeda. Sebagian mereka merasa khawatir karena pertempuran ini tidak disangka-sangka sama sekali dan mereka juga belum melakukan persiapan maksimal. Mereka berusaha menyampaikan berbagai alasan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar diterima. Berkenaan dengan peristiwa ini, Allah Azza wa Jalla menurunkan firman-Nya :

 

“Sebagaimana Rabbmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, padahal sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya. Mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab-sebab kematian itu)” (al-anfaal, 5-6)

Melihat keadaan yang kurang menggembirakan ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengajak para shahabat beliau bermusyawarah untuk mengambil keputusan antara melanjutkan perjalanan dan bertempur, atau kembali ke Madinah. Pendapat pertama berasal dari pemimpin kaum Muhajirin yang menyatakan kesiapan mereka untuk bertempur dan tidak akan membiarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertempur seorang diri. Kemudian disusul oleh kaum Anshar yang diwakili oleh Sa’ad bin Mu’azd Radhiyallahu anhu yang juga menyatakan kesetiannya.

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam merasa gembira mendengar ucapan para Shahabat ini. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ”Berangkatlah kalian dan berbahagialah karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menjanjikanku salah satu dari kedua rombongan tersebut. Demi Allah Azza wa Jalla , seakan aku melihat kematian mereka sekarang.”

 

Dalam perjalanan ini, ada kisah menarik yang bisa dijadikan pelajaran bagi kaum Muslimin yang menginginkan kejayaan. Yaitu, ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pasukan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai di daerah berbatu al-Wabirah, seseorang musyrik menyusul mereka dan menyatakan kesiapannya bergabung berperang bersama pasukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Namun, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak serta merta menyambut uluran tangan si musyrik ini, meski beliau menyadari jumlah pasukan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedikit. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam terlebih dahulu bertanya : “Apakah kamu beriman kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam ?” Orang itu menjawab : “Tidak.” Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Pulanglah kamu karena kami tidak akan meminta tolong kepada orang musyrik [HR. Muslim 3/1449-1450]

 

Kemudian orang itu berlalu. Ketika kami sampai di asy-Syajarah dia menyusul lagi dan menawarkan diri lagi untuk yang kedua kalinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan tanggapan yang sama dengan yang pertama. Kemudian dia berlalu lagi. Ketika kami sampai di al-Baidâ’, orang itu menyusul lagi dan menawarkan diri lagi untuk yang ketiga. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengulangi pertanyaan beliau ketika orang ini menawarkan diri untuk pertama kalinya : “Apakah kamu beriman kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam ?” Orang itu menjawab : “Ya.” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan orang ini bergabung dengan pasukan kaum Muslimin.

 

Ketika Rasullulah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pasukannya sampai di dekat Safra` (suatu daerah di dekat Badar); beliau mengutus Basbas dan Ady bin Abi Zaghba` ke Badar. Keduanya disuruh mencari informasi tentang Abu Sufyan dan rombongan dagangnya. Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar Radhiyallahu anhu juga keluar untuk tujuan ini. Keduanya bertemu dengan seseorang yang sudah tua. Rasulullah bertanya kepadanya tentang pasukan Quraisy. Orang tua itu mau menjawab asalkan mereka berdua memberitahu dari mana asal mereka..? Keduanya setuju. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memintanya agar bercerita lebih dahulu. Orang itu menjelaskan bahwa ia mendengar berita tentang Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabatnya telah berangkat pada hari ini dan ini. Jika si pembawa berita itu benar, berarti mereka sekarang sudah sampai di tempat ini dan ini. Dan jika si pembawa berita tentang pasukan Quraisy juga jujur, berarti mereka sekarang berada di tempat ini dan ini.

 

Setelah menyelesaikan ceritanya, orang itu bertanya: “Dari mana kalian berdua ?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Kami berasal dari air”. Kemudian keduanya meninggalkan orang tua itu yang masih bertanya : “Dari air ? Apakah dari air Irak ?”

 

Sore harinya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Ali, Zubair, dan Sa`d Bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhum beserta sekelompok Sahabat lainnya untuk mengumpulkan data-data tentang musuh. Di sekitar sumur Badar, rombongan ini menemukan dua orang yang bertugas mengambil air untuk pasukan Mekah. Mereka membawa dua orang ini ke Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang saat itu sedang shalat. Lantas mereka mulai mengorek keterangan dari keduanya. Dua orang ini mengakui bahwa mereka pemberi minum pada pasukan Mekah. Namun, para Sahabat tidak mempercayai mereka. Para Sahabat mengira keduanya adalah anak buah Abu Sufyan. Lalu mereka memukuli keduanya hingga mau mengaku bahwa mereka anak buah Abu Sufyan.

 

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai shalat, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan para Sahabatnya, karena mereka telah memukul keduanya saat jujur dan membiarkan mereka saat berdusta. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada keduanya tentang posisi pasukan Mekah. Mereka menjawab: “Mereka di belakang bukit di Udwatul Qushwa.”

 

Kemudian beliau bertanya tentang jumlah pasukan Mekah. Akan tetapi, dua orang ini tidak bisa menyebutkan jumlah pastinya, namun keduanya menyebutkan jumlah unta yang mereka sembelih setiap harinya, yaitu antara 9 sampai 10. Dari sini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyimpulkan bahwa jumlah mereka antara 900 – 1000 pasukan. Dua orang ini juga menyebutkan bahwa di antara pasukan itu ada beberapa tokoh Mekah. Dalam kitab Rahîqul Makhtûm disebutkan, Beliau bertanya dua orang ini, “Siapa sajakah pemuka Quraisy yang ikut?” Mereka menjawab, “Utbah dan Syaibah, keduanya anak Rabî`ah, Abul Bakhtari bin Hisyâm, Hakim bin Hizâm, Naufal bin Khuwailid, al-Hârits bin Amir, Thaîmah bin Adi, an-Nadhr bin Harits, Zam`ah bin al-Aswad, Abu Jahl bin Hisyam, Umayah bin Khalaf dan lainnya.” Rasululllah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata kepada para Sahabatnya: “Mekah telah mencampakkan para tokohnya ke hadapan kalian.” Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan beberapa tempat yang akan menjadi tempat tewasnya beberapa tokoh Quraisy.

 

Malam itu Allah Azza wa Jalla menurunkan hujan untuk mensucikan kaum Muslimin dan meneguhkan telapak kaki mereka di atas bumi. Allah Azza wa Jalla jadikan hujan tersebut sebagai bencana yang besar bagi kaum Musyrikin.

 

“Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu)” (al-anfaal, 11)

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membawa pasukannya mendekati mata air Badar mendahului orang-orang Musyrik agar musuh tidak bisa menguasai mata air. Saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menentukan satu posisi, al-Habâb bin Mundzir Radhiyallahu anhu mengeluarkan pendapatnya, “Wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , bagaimanakah pendapat anda tentang posisi ini ? Apakah posisi ini diwahyukan oleh Allah Azza wa Jalla sehingga kita tidak boleh maju atau mundur ? Ataukah ini hanya pendapat, siasat dan takti perang saja”? Beliau menjawab: “Ini hanya pendapat, siasat dan taktik perang saja.” al-Habâb Radhiyallahu anhu mengatakan : “Wahai Rasulullah, posisi ini kurang tepat, bawalah orang-orang ini ke sumur yang paling dekat dengan posisi musuh. kita kuasai sumur itu lalu yang lainnya kita rusak. Kita membuat telaga besar lalu kita penuhi air. Kemudian baru kita perangi mereka, kita bisa minum sementara mereka tidak bisa.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada al-Habâb Radhiyallahu anhu , “Engkau telah menyampaikan pendapat yang jitu.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyetujuinya dan melakukannya.

Gambar 2. Strategi perang yang diusulkan Sahabat al-Habâb bin Mundzir Radhiyallahu anhu

Setelah melakukan semua persiapan fisik yang memungkinan untuk mewujudkan kemenangan di lapangan, malam itu beliau bertadarru` (memohon) kepada Allah Azza wa Jalla agar menolongnya.

 

Ya Allah Azza wa Jalla , penuhilah janji-Mu kepadaku. Ya Allah Azza wa Jalla berikanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah Azza wa Jalla , jika Engkau membinasakan pasukan Islam ini, maka tidak ada yang akan beribadah kepada-Mu di muka bumi ini. [HR. Muslim 3/1384 hadits no 1763]

 

Dalam riwayat ini juga disebutkan bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam terus bermunajat kepada Rabbnya hingga selendang beliau jatuh dari pundak. Abu Bakar Radhiyallahu anhu datang dan mengambil selendang tersebut kemudian meletakkan kembali di pundak beliau. Abu Bakar Radhiyallahu anhu berkata, “Wahai Nabi Allah Azza wa Jalla , sudah cukup engkau bermunajat kepada Rabbmu dan Allah Azza wa Jalla pasti akan memenuhi janji-Nya.” Kemudian turunlah firman Allah Azza wa Jalla :

 

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu : “Sesungguhnya aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut”. (Al-anfaal, 9)

Setelah itu Abu Bakar Radhiyallahu anhu memegang tangan beliau dan berkata, “Cukup wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , engkau telah berkali-kali memohon kepada Rabbmu”. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam segera mengambil baju besi dan terjun ke medan tempur seraya membaca firman Allah Azza wa Jalla :

 

“Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang”. (al-Qamar, 45)

 

Tepat pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah, Sejarah mencatat bagaimana kuasa Alloh berkerja kepada makhluk ciptaanNYA. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a : “Ya Allah Azza wa Jalla, kaum Quraisy telah datang dengan sombong dan penuh kecongkakan. Mereka menentang-Mu dan mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah Azza wa Jalla , berilah pertolongan yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah Azza wa Jalla, binasakanlah mereka pagi ini!”

 

Setelah itu, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengobarkan semangat pasukan Muslimin. Imam Muslim meriwayatkan bahwa ketika kaum Quraisy sudah mendekat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Bangkitlah kalian menuju surga yang luasnya seperti luas langit dan bumi.”Mendengar ini, Umair bin Humam al-Anshâri Radhiyallahu anhu berkata, “Wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam! Apakah benar surga seluas langit dan bumi?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Benar.” Dengan penuh rasa kagum, Umair Radhiyallahu anhu berujar, “Wah.. wah!” Mendengar ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam balik bertanya : “Kenapa engkau berkata demikian?” Umair Radhiyallahu anhu menjawab, “Tidak, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Demi Allah, aku hanya berharap menjadi bagian dari penghuninya.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya engkau akan menjadi salah satu penghuninya.” Kemudian, Umair Radhiyallahu anhu mengeluarkan beberapa butir kurma dari kantong anak panahnya dan menyantapnya. Tidak lama kemudian, Umair Radhiyallahu anhu mengatakan, “Seandainya aku masih hidup sampai bisa menghabiskan kurma-kurma ini, maka itu adalah kehidupan yang sangat panjang.” Lalu ia melemparkan kurma-kurma itu, kemudian maju bertempur sampai akhirnya terbunuh.

 

#bersambung_insyaallah

Sumber: Shahih shirah nabawiyah

Yokohama, 30 Maret 2014

Hidayat Panuntun

Belajar dari kekurangan seorang yang buta

Akhirnya, setelah beberapa waktu tidak sempat menulis karena kesibukan yang cukup menegangkan (padahal biasa aja, hehehe).. aktivitas disini benar-benar berbeda dengan aktivitas saat masih di indonesia yang jam 4 sore sudah bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Di sini, jam 4 sore masih terlalu pagi untuk pulang, teman-teman satu lab biasanya menyudahi kegiatan di lab setelah jam 9. Dan saya  pun terbawa dengan pola mereka.

Hmmm…tapi kali ini saya tidak mau membahas tentang itu.

Beberapa waktu yang lalu saya membaca link video youtube yang di share di wall FB saya. Video tentang seorang yang buta.
berikut adalah videonya:

Saya tidak akan menuliskan banyak hal, cukup video tersebut mewakili apa yang ingin saya sampaikan.
Nama pemuda yang sholih itu adalah Mu’adz. Pemuda yang istimewa.. Kenapa istimewa, karena dalam kebutaannya dia berhasil menghafalkan Al-quran (subhanallah..bagaimana dengan saya….astaghfirullah..T_T).
Mungkin, beberapa orang yang melihat video tersebut akan merasa sedih/iba karena dia adalah seseorang yang Allah mengambil nikmat penglihatan dari dirinya.

Tapi..kita tidak perlu merasa iba kepada pemuda itu..bahkan bagi pemuda itu, buta adalah nikmat yang diberikan Allah untuknya. Berikut saya cuplikan potongan kata-kata pemuda tersebut.

Penanya: Katanya anda suka bermain?

Pemuda: Alhamdulillah, Allah telah memberikan kepada ku nikmat dengan mengambil penglihatanku, subhanallah..alhamdulillah.. Dalam shalatku, aku sama sekali tidak pernah berdoa agar Allah mengembalikan penglihatanku..

Penanya: Anda tidak mau allah mengembalikan penglihatan anda..?? Mengapa..??

Pemuda: Agar aku dapat memohon ampun kepada Allah kelak dihari kiamat.. Hingga Allah akan meringankan sebagian adzabku (jika aku diadzab).. Kelak aku akan berdiri dihadapNYA..dalam keadaan bergetar dan ketakutan..Lalu DIA bertanya kepadaku, “apa yang telah kamu lakukan terhadap Al-quran..??”..Semoga Allah mau meringankan siksaanku, dan Allah merahmati siapapun yang kehendakinya..

Subhanallah..astaghfirullah..

Hujjah apa yang akan disampaikan oleh orang-orang yang diberi nikmat yang banyak oleh Allah tapi mereka tidak bersyukur…?????

Semoga bisa kita bisa mengambil ibrah dari seorang pemuda tersebut..

 

Kyoto, 13 April 2014

Hidayat Panuntun

Uwais Al-Qarni

Bagaimana menurut kalian, apabila ada seseorang yang mempunyai kedudukan yang sangat tinggi memuji-muji kalian..?? Bagaimana apabila presiden di suatu rapat di hadapan para menteri-menterinya memuji satu nama, dan nama itu adalah anda..bagaimana perasaan anda..?? Sudah tentu perasaan yang muncul adalah perasaan bangga, senang, dan mungkin ada rasa tidak percaya hingga mendapatkan pujian itu.

Lalu bagaimana jika yang memuji itu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam…?? Tentu bakalan lebih girang lagi bukan.

Berikut adalah sebuah kisah bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seseorang dari hamba Alloh yang bahkan beliau belum pernah melihatnya sama sekali..Subhanallah..

 

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia seorang penduduk Yaman, daerah Qarn, dan dari kabilah Murad. Ayahnya telah meninggal. Dia hidup bersama ibunya dan dia berbakti kepadanya. Dia pernah terkena penyakit kusta. Dia berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, lalu dia berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, lalu dia diberi kesembuhan, tetapi masih ada bekas sebesar dirham di kedua lengannya. Sungguh, dia adalah pemimpin para tabi’in.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, “Jika kamu bisa meminta kepadanya untuk memohonkan ampun (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala) untukmu, maka lakukanlah!”

Ketika Umar radhiyallahu ‘anhu telah menjadi Amirul Mukminin, dia bertanya kepada para jamaah haji dari Yaman di Baitullah pada musim haji, “Apakah di antara warga kalian ada yang bernama Uwais al-Qarni?” “Ada,” jawab mereka.

Umar radhiyallahu ‘anhu melanjutkan, “Bagaimana keadaannya ketika kalian meninggalkannya?”

Mereka menjawab tanpa mengetahui derajat Uwais, “Kami meninggalkannya dalam keadaan miskin harta benda dan pakaiannya usang.”

Umar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada mereka, “Celakalah kalian. Sungguh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bercerita tentangnya. Kalau dia bisa memohonkan ampun untuk kalian, lakukanlah!”

Dan setiap tahun Umar radhiyallahu ‘anhu selalu menanti Uwais. Dan kebetulan suatu kali dia datang bersama jemaah haji dari Yaman, lalu Umar radhiyallahu ‘anhumenemuinya. Dia hendak memastikannya terlebih dahulu, makanya dia bertanya, “Siapa namamu?”

“Uwais,” jawabnya.

Umar radhiyallahu ‘anhu melanjutkan, “Di Yaman daerah mana?’

Dia menjawab, “Dari Qarn.”

“Tepatnya dari kabilah mana?” Tanya Umar radhiyallahu ‘anhu.

Dia menjawab, “Dari kabilah Murad.”

Umar radhiyallahu ‘anhu bertanya lagi, “Bagaimana ayahmu?”

“Ayahku telah meninggal dunia. Saya hidup bersama ibuku,” jawabnya.

Umar radhiyallahu ‘anhu melanjutkan, “Bagaimana keadaanmu bersama ibumu?’

Uwais berkata, “Saya berharap dapat berbakti kepadanya.”

“Apakah engkau pernah sakit sebelumnya?” lanjut Umar radhiyallahu ‘anhu.

“Iya. Saya pernah terkena penyakit kusta, lalu saya berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga saya diberi kesembuhan.”

Umar radhiyallahu ‘anhu bertanya lagi, “Apakah masih ada bekas dari penyakit tersebut?”

Dia menjawab, “Iya. Di lenganku masih ada bekas sebesar dirham.” Dia memperlihatkan lengannya kepada Umar radhiyallahu ‘anhu. Ketika Umarradhiyallahu ‘anhu melihat hal tersebut, maka dia langsung memeluknya seraya berkata, “Engkaulah orang yang diceritakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mohonkanlah ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untukku!”

Dia berkata, “Masa saya memohonkan ampun untukmu wahai Amirul Mukminin?”

Umar radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Iya.”

Umar radhiyallahu ‘anhu meminta dengan terus mendesak kepadanya sehingga Uwais memohonkan ampun untuknya.

Selanjutnya Umar radhiyallahu ‘anhu bertanya kepadanya mengenai ke mana arah tujuannya setelah musim haji. Dia menjawab, “Saya akan pergi ke kabilah Murad dari penduduk Yaman ke Irak.”

Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya akan kirim surat ke walikota Irak mengenai kamu?”

Uwais berkata, “Saya bersumpah kepada Anda wahai Amriul Mukminin agar engkau tidak melakukannya. Biarkanlah saya berjalan di tengah lalu lalang banyak orang tanpa dipedulikan orang.”

(Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1)

Kyoto, 17 Maret 2014

Hidayat Panuntun

 

Ini adalah contoh manusia yang pintar

Jika ada pertanyaan yang diajukan untuk kalian semua, pertanyaan yang sangat simpel, mudah dijawab. Begini pertanyaannya, Siapakah yang paling pintar dan paling bermanfaat ilmunya, antara Einstein, Sir Isaac Newton, dan Amr ‘ibnu Jamuh…? Kira-kira apa yang jawaban anda..?

Siapa yang tidak kenal dengan Einstein..? Seorang fisikawan modern yang telah menemukan sebuah teori relativitas yang mashur hingga kini. Fisikawan yang terkenal dengan rumus E=mc2 nya. Siapa juga yang tidak kenal dengan Newton, seorang yang dianggap sebagai peletak dasar gravitasi dengan kisah apel yang sangat terkenal di anak-anak SD.

Bagaimana dengan nama terakhir..???

Saya yakin tidak semua orang mengenal nama terakhir yang saya tulis tersebut, bahkan boleh dikatakan hanya sedikit sekali yang mengenal nama itu. Memang benar, nama ini tidak pernah kita dengarkan pada saat pelajaran ilmu-ilmu dasar di SD dulu, tidak seperti dua nama yang saya sebut sebelumnya yang sangat sering disebut saat mempelajari IPA di sekolah.

Silahkan berpikir 1 menit untuk menebak siapa manusia ini..ilmu apa yang dia miliki..manfaat apa yang diperoleh dari ilmu itu..

Sudah… Sudah ada bayangan siapa nama terakhir yang saya sebutkan tersebut…????

Baiklah, akan saya bantu untuk mendeskripsikan nama terakhir..

Ia adalah ipar dari Abdullah bin Amr bin Haram, karena menjadi suami dari saudara perempuan Hindun binti ‘Amara Ibnul Jamuh merupakan salah seorang tokoh penduduk Madinah dan salah seorang pemimpin Bani Salamah. Ia didahului masuk Islam oleh putranya Mu’adz bin Amr yang termasuk kelompok 70 peserta bai’at ‘Aqabah. Bersama shahabatnya Mu’adz bin Jabal, Mu’adz bin Amr ini menyebarkan Agama Islam di kalangan penduduk Madinah dengan keberanian luar biasa sebagai layaknya pemuda Mu’min yang gagah.

Saya yakin sekarang anda sudah punya bayangan siapakah orang terakhir yang namanya saya sebutkan tadi.

Dan tahukah anda jawaban yang paling betul dari pertanyaan diatas…??? Ya, Amr ibnul Jamuh adalah jawaban yang paling tepat. Mengapa…??? Mari kita ikuti kisahnya,

Telah menjadi kebiasaan bagi golongan bangsawan di Madi­nah, menyediakan di rumah masing-masing duplikat berhala­ berhala besar yang terdapat di tempat-tempat pemujaan umum yang dikunjungi oleh orang banyak. Maka sesuai dengan ke­dudukannya sebagai seorang bangsawan dan pemimpin, Amr bin Jamuh juga mendirikan berhala di rumahnya yang dinamakan Manaf.

Putranya, Mu’adz bin Amr bersama temannya Mu’adz bin Jabal telah bermufakat akan menjadikan berhala di rumah bapaknya itu sebagai barang permainan dan penghinaan. Di waktu malam mereka menyelinap ke dalam rumah, lalu meng­ambil berhala itu dan membuangnya ke dalam lobang yang biasa digunakan manusia untuk membuang hajatnya. Pagi harinya Amr tidak melihat Manaf berada di tempatnya yang biasa, maka dicarinyalah berhala itu dan akhirnya ditemu­kannya di tempat pembuangan hajat. Bukan main marahnya Amr, lalu bentaknya: “Keparat siapa yang telah melakukan perbuatan durhaka terhadap tuhan-tuhan kita malam tadi . . . ?” Kemudian dicuci dan dibersihkannya berhala itu dan diberinya wangi-wangian.

Malam berikutnya, berdua Mu’adz bin Amr dan Mu’adz bin Jabal memperlakukan berhala itu seperti pada malam se­belumnya. Demikianlah pula pada malam-malam selanjutnya. Dan akhirnya setelah merasa bosan, Amar mengambil pedangnya lalu menaruhnya di leher Manaf, sambil berkata: “Jika kamu betul-betul dapat memberikan kebaikan, berusahalah untuk mempertahankan dirimu … !”

Pagi-pagi keesokan harinya Amr tidak menemukan berhala­nya di tempat biasa … tetapi ditemukannya kali ini di tempat pembuangan hajat itu tidak sendirian, berhala itu terikat bersama bangkai seekor anjing dengan tali yang kuat. Dan selagi ia dalam keheranan, kekecewaan serta amarah, tiba-tiba datanglah ke tempatnya itu beberapa orang bangsawan Madinah yang telah masuk Islam. Sambil menunjuk kepada berhala yang tergeletak tidak berdaya dan terikat pada bangkai anjing itu, mereka meng­ajak akal budi dan hati nurani Amr bin Jamuh untuk berdialog serta membeberkan kepadanya perihal Tuhan yang sesungguh­nya, Yang Maha Agung lagi.

Maha Tinggi, yang tidak satupun yang menyamai-Nya. Begitupun tentang Muhammad saw. orang yang jujur dan terpercaya, yang muncul di arena kehidupan ini untuk memberi bukan untuk menerima, untuk memberi petunjuk dan bukan untuk menyesatkan. Dan mengenai Agama Islam yang datang untuk membebaskan manusia dari belenggu,  segala macam belenggu  dan menghidupkan pada mereka ruh Allah serta menerangi dalam hati mereka dengan cahaya-Nya.

Maka dalam beberapa saat, Amr telah menemukan diri dan harapannya . . . . Beberapa saat kemudian ia pergi, dibersihkan­nya pakaian dan badannya lalu memakai minyak wangi dan merapikan diri, kemudian dengan kening tegak dan jiwa bersinar ia pergi untuk bai’at kepada Nabi terakhir, dan menempati kedudukannya di barisan orang-orang beriman.

Subhanallah.. Sesungguhnya manusia yang paling beruntung itu adalah manusia yang dengan ilmu yang dikuasainya bisa menyebabkan datangnya hidayah dari Allah. Manusia yang dengan ilmu yang dikuasainya menyebabkan dia bertambah takut kepada Allah, bertambah yakin bahwa Allah lah Rabb Pemilik Alam semesta. Sungguh betapa banyaknya ilmuan, filsuf, pemikir yang telah Alloh benamkan dalam kesesatan meskipun mereka menguasai ilmu yang lebih banyak dibandingkan yang lain.

Sebagai contoh dapat kita kemukakan di sini, Athena. Yakni Athena di masa Perikles, Pythagoras dan Socrates! Athena yang telah mencapai tingkat berfikir yang menakjubkan, tetapi seluruh penduduknya, baik para filosof, tokoh-tokoh pemerintahan sampai kepada rakyat biasa, mempercayai patung-patung yang dipahat, dan memujanya sampai taraf yang amat hina dan memalukan. Bagaimana mungkin kaum pemikir bisa sampai mempercayai patung-patung yang mereka pahat sendiri dan menyembahnya sebagai dewa, Na’udzubillah tsuma na’udzubillah.

Sekarang mari kita saksikan bagaimana ilmu yang telah diperoleh Amr ibnu Jamuh ini mengantarkannya kepada syurga firdaus, surga tertinggi dambaan kaum muslimin.

Amr telah berketetapan hati dan telah menyiapkan per­alatannya untuk turut dalam perang Badar, tetapi putra-putranya memohon kepada Nabi agar ia mengurungkan maksudnya dengan kesadaran sendiri, atau bila terpaksa dengan larangan dari Nabi. Nabi pun menyampaikan kepada Amr bahwa Islam membebas­kan dirinya dari kewajiban perang, dengan alasan ketidak mampu­an disebabkan cacad kakinya yang berat itu. Tetapi ia tetap mendesak dan minta diizinkan, hingga Rasulullah terpaksa mengeluarkan perintah agar ia tetap tinggal di Madinah.

Sekarang datanglah saatnya perang Uhud. Amr lalu pergi menemui Nabi saw. memohon kepadanya agar diizinkan turut, katanya: “Ya Rasulallah, putra-putraku bermaksud hendak menghalangiku pergi bertempur bersama anda. Demi Allah, aku amat berharap kiranya dengan kepincanganku ini aku dapat merebut surga .. . !”

Karena permintaannya yang amat sangat, Nabi saw. mem­berinya izin untuk turut. Maka diambilnya alat-alat senjatanya, dan dengan hati yang diliputi oleh rasa puas dan gembira, ia berjalan berjingkat-jingkat. Dan dengan suara beriba-iba ia memohon kepada Allah: “Ya Allah, berilah aku kesempatan untuk menemui syahid, dan janganlah aku dikembalikan kepada keluargaku . . . !”

Dan kedua pasukan pun bertemulah di hari Uhud itu …Amr ibnul Jamuh bersama keempat putranya maju ke depan me­nebaskan pedangnya kepada tentara penyebar kesesatan dan pasukan syirik . . . .

Di tengah-tengah pertarungan yang hiruk pikuk itu Amr melompat dan berjingkat, dan sekali lompat pedangnya me­nyambar satu kepala dari kepala-kepala orang musyrik. la terus melepaskan pukulan-pukulan pedangnya ke kiri ke kanan dengan tangan kanannya, sambil menengok ke sekelilingnya, seolah-olah mengharapkan kedatangan Malaikat dengan secepatnya yang akan menemani dan mengawalnya masuk surga.

Memang, ia telah memohon kepada Tuhannya agar diberi syahid, dan ia yakin bahwa Allah swt. pastilah akan mengabul­kannya. Dan ia rindu, amat rindu sekali akan berjingkat dengan kakinya yang pincang itu dalam surga, agar ahli surga itu sama mengetahui bahwa Muhammad Rasulullah saw. itu tahu bagai­mana caranya memilih shahabat dan bagaimana Pula mendidik dan menempa manusia ….

Dan saat yang ditunggu-tunggunya itu pun tibalah, suatu pukulan pedang yang berkelebat  . . , memaklumkan datangnya saat keberangkatan . . . , yakni keberangkatan seorang syahid yang mulia, menuju surga jannatul khuldi, surga Firdausi yang abadi … !

Dan tatkala Kaum Muslimin memakamkan para syuhada mereka,Rasulullah saw. mengeluarkan perintah yang telah kita dengar dulu, yaitu:

“Perhatikan, tanamkanlah jasad Abdullah bin Amr bin Haram dan Amr ibnul Jamuh di makam yang satu, karena selagi hidup mereka adalah dua orang shahabat yang setia dan bersayang-sayangan … !”

Kedua shahabat yang bersayang-sayangan dan telah menemui syahid itu dikuburkan dalam sebuah makam, yakni dalam pang­kuan tanah yang menyambut jasad mereka yang suci, setelah menyaksikan kepahlawanan mereka yang luar biasa.

Dan setelah berlalu masa selama 46 tahun di pemakaman dan penyatuan mereka, datanglah banjir besar yang melanda dan menggenangi tanah pekuburan, disebabkan digalinya sebuah mata air yang dialirkan Mu’awiyah melalui tempat itu. Kaum Muslimin pun segera memindahkan kerangka para syuhada. Kiranya mereka sebagai dilukiskan oleh orang-orang yang ikut memindahkan mereka: “Jasad mereka menjadi lembut, dan ujung-ujung anggota tubuh mereka jadi melengkung … !”

Ketika itu Jabir bin Abdullah masih hidup. Maka bersama keluarganya ia pergi memindahkan kerangka bapaknya Abdullah bin Amr bin Haram serta kerangka bapak kecilnya Amr ibnul Jamuh …. Kiranya mereka dapati kedua mereka dalam kubur seolah-olah sedang tidur nyenyak . . . . Tak sedikit pun tubuh mereka dimakan tanah, dan dari kedua bibir masing-masing belum hilang senyuman manis alamat ridla dan bangga yang telah terlukis semenjak mereka dipanggil untuk menemui Allah dulu….

Apakah anda sekalian merasa heran . . . ? Tidak, jangan tuan-tuan merasa heran . . . ! Karena jiwa-jiwa besar yang suci lagi bertaqwa, yang mampu mengendalikan arah tujuan hidupnya, membuat tubuh-tubuh kasar yang menjadi tempat kediam­annya, memiliki semacam ketahanan yang dapat menangkis sebab-sebab kelapukan dan mengatasi bencana-bencana tanah….

 

Sekarang, apakah jawaban saya masih anda ragukan kebenarannya…???

Kyoto, 15 Maret 2014

Hidayat Panuntun

 

Pelajaran dari kisah Nabi Ibrahim

Akhir-akhir ini, istri sering sekali mendengarkan muratal syeikh Mishari Rashid al-`Afasy. Surat yang paling sering diputar akhir-akhir ini adalah Surat Ibrahim, surat ke 14  dari kitabullah Al-quran. Saya yang ada di sebelahnya pun otomatis menjadi ikut sering mendengarkan qiraat dari syeikh Mishari tersebut. Suara beliau sungguh luar biasa indahnya, enak didengarkan, (tapi tidak membuat kantuk, hehehe). Bagaikan suara kicau burung yang indah.

Tapi artikel ini tidak akan membahas tentang keindahan suara syeikh mishari, bagaimana beliau bisa mendapatkan suara tersebut, atau pun bagaimana kita bisa seperti beliau. Saya lebih suka menulis tentang salah satu ayat yang ada pada surat ibrahim tersebut, yaitu ayat ke 37 yang terjemahannya adalah sebagai berikut :

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur (Ibrahim, 37)

Mari kita dengarkan penuturan salah satu sahabat nabi, Ibnu Abbas ra, menceritakan bagaimana indahnya kisah tersebut. Kisah tentang Bapak, anak, dan istrinya. Kisah tentang Ibrahim, anaknya ismail, dan istrinya Hajar. Kisah yang bertempat di belahan bumi paling suci di muka bumi, yang terdapat Baitul Haram. Di sanalah kaum muslimin berhaji. Di sanalah mereka menghadap dalam shalat. Di sanalah wahyu turun kepada Ismail dan orang setelahnya, yaitu Rasul termulia Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Salam.

Ini adalah kisah yang panjang dan alurnya mengalir jelas.  Peristiwanya gambling, yang menceritakan tentang bapak kita Ismail bin Khalilullah Ibrahim ‘Alayhi Salam dan tentang ibu kita Hajar Ummu Ismail. Semua orang Arab adalah eturunan Ismail. Ada yang menyatakan bahwa sebagian orang Arab berasal dari asal-usul Arab kuno yang bukan anak keturunan Ismail. Ibu kita Hajar adalah wanita Mesir yang dihadiahkan oleh penguasa dzalim Mesir kepada Sarah dalam sebuah kisah yang akan disebutkan selanjutnya.

Takdir Allah menetapkan bahwa Nabi Ibrahim tidak mempunyai anak kecuali dia sudah dalam keadaan tua. Manakala Ibrahim belum kunjung dikaruniai anak dari istrinya, Sarah, maka Sarah memberikan hamba sahayanya, Hajar, kepada Ibrahim untuk dinikahi dengan harapan bahwa darinya Allah akan memberi anak. Hajar pun hamil dan melahirkan Ismail di bumi yang penuh berkah, Palestina.

Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. (Ibrahim, 39)

Sifat manusiawi Sarah pun muncul, dan ini memang tidak bisa dipersalahkan. Sarah akhirnya cemburu kepada Hajar. Hal tersebut bukan menunjukkan kejelekan dari Sarah, tapi memang seperti itulah fitrah seorang wanita didunia. Bahkan istri-istri Rasulullah pun pernah saling cemburu. Allah pun memerintahkan Ibrahim agar pindah bersama Hajar dan Ismail kecil yang masih dalam susuan ibunya. Allah memerintahkan Ibrahim ke tempat jauh yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan kecuali dengan kelelahan jiwa. Daerah padang pasir yang tandus dan luas tanpa ada orang yang ada disekitarnya.

Ini adalah perkara yang mungkin sulit dan berat bagi Ibrahim yang sudah tua, yang diberi anak Ismail dalam usia lanjut. Bisa kita bayangkan, setelah sekian lama menanti kelahiran seorang anak, setelah diberi anugrah seorang anak kemudian diuji dengan perintah untuk menjauhkannya. Perkaranya bertambah sulit manakala Ibrahim meletakkan belahan jiwanya dan ibunya di tempat yang sepi tanpa air, tanpa makanan dan tanpa penduduk.

Ibrahim membawa Ismail kecil, dan ibunya dari tanah yang penuh berkah dengan udaranya yang sejuk, kebunnya yang hijau, airnya yang mengalir ke lembah itu, dan kemudian meletakkan keduanya di bawah pohon pada suatu padang pasir yang tandus. Kemudian Ibrahim segera meninggalkan mereka di tempat itu tanpa membuatkan rumah, mencari orang yang bersedia tinggal di sisinya.

Hajar pun kemudian berkata kepada suaminya, Ibrahim, “Engkau membiarkan kami dan pergi begitu saja..??”. Ibrahim pun berlalu tanpa menoleh dan menjawab pertanyaan dari ibu Ismail tersebut. Hajar mengulang pertanyaan itu berkali-kali sementara Ibrahim tidak menjawabnya sedikitpun. Ini adalah perintah Allah, dan perintah Allah tidak boleh dibantah. Inilah Islam di mana Ibrahim membawa dirinya kepadanya.

“Ketika Tuhannya berfirman kepadanya, ‘Tunduk patuhlah!’ Ibrahim menjawab, ‘Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.” (QS. Al-Baqarah: 131)

Ketika hajar merasa gagal mendapatkan jawaban atas pertanyaannya tersebut, dia kemudia merubah pertanyaannya, “Apakah Allah yang memerintahkanmu untuk melakukan ini..??”. Barulah kemudian ibrahim menjawab, “Iya, Allah lah yang memerintahkan aku untuk melakukan ini”. Kemudian Hajar pun tersenyum lega dan menjawab, “Kalau memang demikian, Dia tidak akan mengabaikan kami.”, kemudian Hajar pun kembali kepada anaknya, Ismail. Sang Bapak ini pun kemudian berjalan sampai kesuatu bukit dimana mereka tidak bisa melihatnya. Kemudian beliau menghadapkan wajahnya ke Baitullah, lalu berdoa dengan beberapa kalimat seraya mengangkat kedua tangannya dan mengucapkan,

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berikanlah rizki kepada mereka dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37)

Sungguh indah doa Ibrahim kepada keluarga yang baru saja beliau tinggal di bawah pohon di padang pasir yang luas. Ibrahim menyerahkan semua urusannya kepada Rabb Yang Mengatur Segala Sesuatu, Rabb Yang tidak pernah menyalahi janji, Rabb yang maha penyayang.

Hajar menyusui Ismail dan meminum dari air yang berada di dalam kantong kulit. Berhari-hari hajar dan ismail kecil tinggal di lembah tersebut. Semakin lama, perbekalan mereka pun habis. Air sudah habis, ia merasa kehausan, demikian pula putranya, Ismali kecil, yang menangis kehausan. Ia pun pergi karena tidak tega melihatnya. Hingga ia menemukan Shafa, bukit yang paling dekat dengannya. Maka ia berdiri di atasnya, menghadap ke lembah sambil melihat-lihat adakah seseorang, tetapi dia tidak melihat seorang pun. Setelah turun dari Shafa, ia sampai di lembah, ia mengangkat ujung bajunya dan berusaha keras seperti orang yang berjuang mati-matian, hingga berhasil melewati lembah. Lalu dia mendatangi bukit yang lain, Marwah, berdiri di atasnya sembari melihat apakah ada seseorang yang dapat dilihatnya, tetapi dia tetap tidak melihat seorang pun. Dia melakukan hal itu sebanyak tujuh kali.”

Pada saat dia mondar-mandir itu, dia menyempatkan diri menengok anaknya, untuk menghilangkan rasa cemas dan mengetahui keadaannya. Kemudian dia meneruskan mondar-mandir. Inilah sa’i pertama di antara bukit Shafa dan Marwah. Dan sa’i yang pertama kali dilakukan oleh Hajar ini menjadi salah satu syiar ibadah haji dan umrah.

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya.” (QS. Al-Baqarah:158)

Setelah tujuh kali berputar-putar antara bukit shafa dan marwah, Hajar pun mendengar suara. Dia mencermatinya. Dia berkata kepada dirinya, “Diamlah.” Sepertinya dia ingin agar bisa mendengar sejauh mungkin. Ternyata suara itu terdengar oleh telinganya untuk kedua kalinya. Dia berkata kepada sumber suara itu, “Aku telah mendengar suaramu, jika kamu berkenan untuk menolong.” Dia meneliti sumber suara itu. Dia melihat, ternyata suara itu berasal dari putranya. Ternyata Malaikat Allah, Jibril, sedang memukulkan tumitnya atau sayapnya ke tanah di tempat Zamzam. Air
pun memancar. Ia menciduk dan memasukkan air itu ke kantongnya. Air itu terusmengalir deras setelah ia menciduknya.” Karena didorong rasa ingin memanfaatkan air tersebut, Hajar pun membendung air Zamzam tersebut.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, “Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada ibu Ismail, jika saja ia membiarkan Zamzam.” Atau beliau bersabda, ”Seandainya ia tidak menciduk airnya, niscaya Zamzam menjadi mata air yang mengalir.”

Lebih lanjut, Ibnu Abbas mengatakan bahwa kemudian ia meminum air itu dan menyusui anaknya. Lalu Malaikat berkata kepadanya, “Janganlah engkau khawatir akan disia-siakan, karena di sini terdapat sebuah rumah Allah yang akan dibangun oleh anak ini dan bapaknya. Dan sesungguhnya Allah tidak akan menelantarkan penduduknya.” Posisi rumah Allah itu terletak lebih tinggi dari permukaan bumi, seperti sebuah anak bukit yang diterpa banjir sehingga mengikis bagian kiri dan kanannya.

Allah menyempurnakan nikmat kepada Ismail dan ibunya. Maka datanglah orang-orang ke lembah itu untuk menetap. Ibu dan Ismail pun mulai kerasan. Keterasingan sedikit demi sedikit mulai lenyap. Mereka mulai menetap di lembah itu setelah takjub melihat air yang memancar di padang pasir yang tandus. Mereka takjub dan meminta ibu Ismail agar mengizinkan mereka untuk tinggal bersamanya. Ibu Ismail setuju, dengan syarat bahwa mereka tidak berhak terhadap air. Mereka hanya boleh minum. Mata air tetap menjadi hak ibu dan Ismail. Maka mereka mendatangkan keluarga mereka dan tinggal bersama ibu Ismail.

Perhatikanlah bagaimana seseorang yang yakin betul dengan penjagaan dan perlindungan dari Alloh. Ibu Ismail tidak ragu sedikitpun mengucapkan bahwa mereka tidak akan diterlantarkan karena sang bapak melakukan perintah dari Alloh. Dan ternyata persangkaan Ibu Ismail tepat. Bahkan tempat tersebut sekarang dikunjungi oleh jutaan umat muslim dari segala penjuru untuk melaksanakan ibadah haji.

Melaksanakan perintah Alloh itu jelas akan mendatangkan kebaikan, kebahagiaan dan kemuliaan bagi yang melakukannya. Kita tidak akan pernah tahu seperti apa takdir yang telah ditetapkan untuk kita. Tugas kita adalah berusaha dengan sungguh-sungguh, berdoa, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Alloh Rabb Pencipta Langit. Sebagaimana yang dilakukan Ibu Ismail saat melihat Ismail kecil menangis merengek-rengek kerena kehausan, yang dilakukan Ibu Ismail adalah berusaha dengan sangat keras untuk mencarikan sumber makanan untuk anaknya. Hal tersebut dibuktikan dengan Ibu Ismail berlari hingga 7 kali bolak-balik dari bukit shafa menuju bukit marwah. Hingga pada akhirnya pertolongan Alloh pun datang di tengah-tengah kesulitan Ibu ismail mencari air.

Semoga kita bisa belajar dari kisah Nabi kita, Bapak para Nabi, Ibrahim as.

Kyoto, 14 Maret 2014

Hidayat Panuntun

Pindah rumah di Jepang

Tidak terasa, sudah hampir 5 bulan sejak kedatangan pertama saya di kota Kyoto, Japan. Tidak terasa pula saat-saat pindah dari dormitory milik kampus pun semakin dekat karena saya menyewa dormitory kampus hanya 6 bulan. Saat saya hubungi pimpinan dormitory untuk perpanjangan ternyata tidak disetujui apapun alasannya. Well, itu tidak mengejutkan buat saya karena memang dari awal peraturannya seperti itu, mahasiswa dilarang memperpanjang masa tinggal di dormitory kampus apapun alasannya.

Akhirnya saya pun dengan sangat terpaksa mencari tempat tinggal baru di kota ini, Kota Kyoto. Meninggalkan segala kemewahan yang ada di dormitory kampus, (lebay mode:on). Tapi memang tinggal di dormitory kampus sangat jauuuh lebih enak dibandingkan menyewa apartment apalagi kalau harus tinggal di kota besar seperti Tokyo atau Kyoto ini. Kenapa begitu, karena harga sewa dormitory kampus jauh lebih murah dari pada harga sewa apartement di luar yang harga sewanya bisa mencapai 3x harga sewa dormitory kampus. Apalagi untuk yang bawa keluarga, wah bisa langsung tekor nanti (hehe, lebay kok). Selain itu, biasanya di dormitory kampus kita bisa memakai internet dan air secara free (include dengan harga sewa), tapi kalau apartment di luar kita masih harus membayar sewa rumah, air, internet, listrik, gas, dll. Dan hasilnya tentu saja, biaya pengeluaran total untuk satu bulan bisa banyak banget.

Oke, kembali permasalahan pindahan rumah. Bagi mereka yang mau datang atau mereka baru datang mungkin agak kesulitan menemukan informasi tentang apartment yang ditawarkan. Di era digital sekarang ini, hampir semua informasi bisa kita dapatkan di internet. Tidak sedikit orang yang mengandalkan kemampuan mesin pencari mbah gugel (google) untuk mencari informasi. Tapi sayangnya, untuk mencari informasi apartment di Jepang dengan menggunakan Google akan kesulitan apabila kita mencari dengan kata kunci bahasa inggris, lebih lagi menggunakan bahasa indonesia (haloo, mana adaa). Mbah gugel bisa mencarikan untuk kita informasi apartment tentu saja dengan menggunakan kata kunci bahasa jepang.

Sudah banyak tulisan di banyak blog yang membahas tentang curhatan mereka saat mau pindah rumah di jepang. Berdasarkan analisa saya, ada informasi penting yang mungkin lupa mereka tuliskan. Informasi itu ada ada tidaknya web yang mengiklankan apartment yang siap huni. Naah, melalui tulisan pendek ini, saya tidak akan berbicara mengenai persiapan pindahan saya (bukan curcol, hehe) saya akan share untuk teman-teman semua web yang menyediakan informasi tentang apartment di jepang. Berikut adalah link untuk mencari apartment di jepang:

 

Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana dengan barang-barangnya?? Padahal tidak punya truk atau mobil untuk mengangkut barang-barang yang ada di apartment lama…
jangan bingung, Alhamdulillah jepang adalah negara maju, kita bisa dengan mudah menemukan tenaga profesional untuk keperluan tersebut. Bahkan hebatnya lagi, tenaga profesional tersebut mengurus dan mengepack peralatan rumah kita dengan sangat rapi kemudian menatanya ke rumah yang baru, dahsyat sekali. Coba lihat video di bawah ini :
http://www.youtube.com/watch?v=LakMmxg_sQg

Berikut adalah Web yang menyediakan jasa untuk pindahan barang-barang di jepang:
Pekerjaan yang mereka lakukan sangat rapi sekali, tapi jangan kaget dengan biaya yang harus dikeluarkan. Minimal 60 ribu yen untuk memindah perabot apartment. Ya bisa kurang dikit, tapi kalau barang kita banyak, tambah nya jadi banyak.
Untuk lebih jelasnya lagi, bagi yang ingin mengetahui diagram alir bagaimana pindah rumah di jepang, dari mulai masuk sampai dengan mau keluar meninggalkan rumah tersebut dapat dilihat di link berikut ini :
Semua link diatas kebanyakan berbahasa jepang, bagi yang belum mahir berbahasa jepang saya punya tips agar bisa membaca informasi dari web diatas. Gunakan browser Google Chrome kemudian klik translate saat Browser keluar Pop-up “translate”. Jangan lupa diatur terlebih dahulu input dan output bahasa yang akan digunakan saat translate bahasa.

Demikian, mudah-mudahan bisa membantu.

kyoto, 22 Februari 2014

 

Karena engkau berdoa kepada Dzat Yang Maha Mendengar

Terharu saat membaca cerita ini.

Benar-benar takjud dengan ini,

Bagaimana kuasa Alloh berlaku kepada seorang hamba,

Bagaimana seorang istri yang tetap taat kepada suaminya,

Bagaimana seorang anak yang sholehah yang doanya di dengar oleh Alloh dari atas langit ke tujuh.

Mari kita sama-sama simak sebuah cerita yang benar-benar terjadi di bumi Arab, semoga bisa menjadi pelajaran, untuk ku, keluargaku dan seluruh umat muslim di seluruh dunia.

Kisah ini dituturkan oleh seorang istri yang menceritakan tentang kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :

Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.

Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa’) tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…

Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.

Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.

Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur’an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.

Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah.

Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya.
Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku…
Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.
Putriku bercerita :

Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.

Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, “Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??”

Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do’aku, “Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa ‘Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut’aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…”

Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.

Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., “Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?”. Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…

Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, “Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!”. Maka aku berkata kepadanya, “Aku ini putrimu Asmaa'”. Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.

Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : “Subhaanallahu…”. Dokter yang lain dari Mesir berkata, “Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…”. Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..??

Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa’ akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma…

Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do’a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo’ kecuali do’a…barang siapa yang menjaga syari’at Allah maka Allah akan menjaganya.

Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…

Ini adalah kisahku sebagai ‘ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…

Maka ketuklah pintu langit dengan do’a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….
Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil ‘Aaalamiin (SELESAI…)

          Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah…
          Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…
          Hiaslah do’amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci
          Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya…

(sumber : http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-416953.html, pent: Firanda Andirja)

Kyoto, 21 Februari 2014

Hidayat Panuntun

TRACK of GAMIT/GLOBK

TRACK: GPS differential phase kinematic positioning program

For further documentation, see http://geoweb.mit.edu/~tah/track_example

TRACK Version 1.31 GPS Kinematic positioning program
—————— ———————————

Usage:

% track -f <command file> -a <ambiguity file> -d <day> -w <week> -s <S01> <S02> … <S10>

where is a required file containing a list of commands
to control the program (see below)
is an optional file containing a modified
set of integer bias parameters and settings (see full
description below).
the string in this argument replaces in the command
file lines (e.g., bas10.03o will become bas12220.03o if
the -d 222 option is given.
the string here will replace any strings in the
command file (useful for the nav_file name which could be
a week of concatinated sp3 files.)
, .. are upto 10 strings that can be replaced in the command
file i.e. the string in the command file will be replaced by
the first string, by the second and so on. If one the strings
is called space (all lower case), the corresponding entry will
be replaced by a blank character (This provides a means to un-comment
lines)

TRACK COMMAND FILES:

General Rules: All commands start with at least one blank character. A non-blank
in column 1 is treated as a comment.
For some commands, the command name is given followed by lines which contain the
information. This list of values should be terminated with at least one blank line.
Commands can be given in any order with one exception. The OBS_FILE command must be
the first command.

Commands:

(The @ denotes at least one blank in the lines below).
@ OBS_FILE
@ Site RX_file Type
@ Site RX_file Type

Command gives the site 4-char codes and the corresponding rinex file name. The
is set to F for a fixed site, and K for a kinematic site.
e.g.,
obs_file
bish bisha289.97o F
t39a t391a289.97o K

@ NAV_FILE
Gives the name of the SP3 or NAV file with orbits and clock information (e.g., igs SP3 files).
When processing 24-hours of data, SP3 files from the preceeding and postceeding
days should be concatinated together (headers removed at the day boundaries).
e.g.,
nav_file igs09274.sp3 SP3
(GAMIT program doy can be used to get GPS week and day number from calender date).
If NAV is used as the type then a broadcast ephemeris file is used.

The above two commands are the only two strictly needed by track. The remaining
commands are optional (although some are needed to get absolute results).

@ MODE
The MODE command allows the setting of defaults for the type of data being
processed. These setting can then be overwritten if desired by use of the
commands below. Three default setting modes are supported for :
AIR — Assumed to be high-sample rate aircraft. Sets the search_type to
L1+L2, and allows gaps of 4-epochs, and minimum data of 120 epochs
(1 minute for 2Hz data).
SHORT — Short baseline static data (<1 km). Sets search and analysis type to L1+L2 and minimum data of 20 epochs (10 minutes of 30 second sampled data). Data is still processed as kinematic data. LONG — Long baseline static data (>1 km). Sets search and analysis type
to LC and mininum data of 20 epochs. Atmospheric delay estimation
is turned on with 0.1 m apriori sigma, and process noise variance
of 1.d-6 m**2/epoch (~1 mm changes every 30 seconds for 30 second
sampled data which accumulates to +-5 cm in a day). These settings
are the same as atm_stats 0.1 0.001

@ SITE_POS
@ Site

Gives the apriori coordinates of the sites (based on 4 character name). If this
command is not used, the coordinates from the rinex file are used. (If these are
grossly in error then this can cause problems).
e.g.
site_pos
bisa -2411875.6155 -4466436.9286 3850994.9249
t39a -2411530.1132 -4466700.4852 3850905.9740

@ TR_GNSS
Allows selection of GNSS to process (needs to have a multi-gnss sp3 file). Any
combination of GPS (G), Glonass (R), Galileo (E) and Beidou (C) can be processed.
At Ver 1.31 there are still issues to resolving inter-system ambiguities.

@ REF_NEU
Set the the XYZ coordintes of the point relative to which NEU offsets are
computed. Default is the coordinates of the first site in the obs_file list.

@ TIME_UNIT
Sets the time unit for process noise. Choices are epoch (default), seconds, minutes
hour or day. Interval command must be used to specify sampling interval before this
command is used. (Even when the interval is given in the rinex files).

@ SITE_STATS
@ Site
Gives statistics to assign to the kinematic station positions. The
are the three sigmas in XYZ for the initial postion and
are the three sigmas in XYZ for the change in position between
epochs of data. Since the motion of the kinematic sites is modeled as random
walk (RW), the sigma of the change in position grows as the sqrt(number of epochs)
Ver 1.21 and later: RW noise is sigmas (m)/sqrt(time unit) where time_unit command
is used to set time unit.
ALL can be used for the station name and the same statistics will be applied
to all kinematic sites (NOTE: the fixed site do not change position).
e.g.
site_stats
all 20 20 20 20 20 20
(20 meters apriori sigmas and changes of 20 meters between epochs).
Feature 1.24: Added POST as entry after the Apriori sigma values, to allow
specification aposteroi sigma for position at the end of the data span.

@ TIMEDEP_PROCNS
@ Site Sig XYZ (m/sqrt(t)) Start YY MM DD MN Sec End YY MM DD MN Sec
Allows time dependent process noise to be added the statistics of a site or to
all sites. The noise sigmas are addeded (in a variance sense) to the noise
processes specified in the SITE_STATS command. Note only the random walk process
noise is changed.

@ ATM_STATS
@ Site [ or SCALE]
Gives the statistics for the atmospheric delays by site. The values
are the initial sigma in meters, RW changes in meters per epoch and (added
verion 1.2) a dH/dt variance term so that during rapid height changes more
process noise can be added to zenith delay estimate. If SCALE is used instead of the
numeric dH/dt term, then and atmospheric scale factor (proportional to height
difference from the base station (first in obs_file list) is estimated. The output files
contain the estimates of the atmospheric delay that is the scale factor is multiplied
by the height difference to yield the estimate and its uncertainty. When SCALE is
used then an offset in the atmospheric delay should be estimated at the base station
since any delay difference will be zero with the SCALE model if the base and plane
start at the same height. If the plane and base station are very close to each other
at the start of the flight then this offset would probably not be needed. (SCALE added
version 1.26).

The process noise variance is
(^2 per epoch where dh/dt is m/s. Typical value is 0.00023
e.g.,
atm_stats
t39a 0.1 0.0003 0.00023
Set the apriori sigma as 10cm and allows the delay to change 0.3 mm every epoch (for
1Hz data, this lead to 18 mm noise in 1hr) and 2.3 mm per epoch when height is changing
at 10 m/s (fast ascent or desent)

@ ATM_BIAS
@ Site
Allows adjustment to the apriori atmospheric delay model. Value is added
to the nominal delay. In track Version 1.0, only a single offset applied to
all epochs can be specified. Command is most appropriate for static sites
separated by more than 20 km.

@ ATM_FILE
Allows the speficiation of file containing total atmospheric delay estimates
at each site. The file format is the same as that obtained by grep’ing
on ‘ATM_ZEN X’ in the o-file from a gamit run.

@ USE_GPTGMF
Set the used of the GPT temperature pressure model and the GPT dry and wet
mapping functions. Optional relative humity added vers 1.27; default 0.00.
Use 0.50 for GAMIT compatabilty. Default is the older MTT atmospheric model.

@ ANTE_OFF
@ Command modified Version 1.14
@ Site
Gives the antenna monument to Antenna Reference Point (ARP) offset in North, East and Up
and name of site antenna (maybe unique name for site to allow mutlipath model
to be used. Antenna name is 20 characters long with spaces allowed. First part
of antenna name should not be all numeric. With Ver 1.26, receiver correlation
type (rcv code) could be included. Values are N,C or P and can found in the
rcvant.dat file by grep’ing on the receeiver name,
The antenna name should appear in the antmod_file files.
e.g.,
ante_off
t39a .0000 .0000 0.0000 AOAD/M_B NONE C
C here denotes a cross-correlating receiver type.

@ RCV_TYPE
@ Site
Specifies the type of data-code-bias (DCB) correction needed for the receiver.
Code specifies the type of L1 and L2 ranges being measures. The choices are
P — Pcode, C — C/A and N C/A with cross corelation for L2 range. The codes
can be found in gamit/tables/rcvant.dat. These codes can also be given in the
ante_off command. An up-to-date DCB_FILE command must be used to specify the
DCB biases. The files are available from the MIT ftp site and update once per
month.

@ BF_SET
Allows specification of the maximum size of gap allowed in data before
a bias flag is inserted, and the number of good data needed to allow
data to be kept. The defaults are 1 and 20 (i.e., any gap is flagged
and at least 20 good phase measurements are needed between bias flags
other wise the data is deleted).

@ DEBUG
Allows detailed output for debugging problems for the data between
epoch numbers and . Default is no output.

@ DATA_NOISE [PRN]
Allows specificiation of the noise in the L1 phase, L2 phase,
P1 range and P2 range, and the weight given to elevation angle
depepence (at ver 1.20); variance is scale by (1+(W/sin(el))^2)
where W is the .
These values affect the sigmas printed for
the position determinations (Units: m for all, except weight)
Optional: PRN may be added and noise assigned to that PRN (if
non-PRN form is used, this will replace all PRN specific values
so use the non-PRN first followed by specific PRN values

@ DATA_TYPE …
Allows specification of data types to be used in generating position
estimates. The choices are:
L1 — L1 only phase
L2 — L2 only phase
LC — Ionospheric delay corrected phase
P1 — L1 pseudo-range
P2 — L2 pseudo-range
PC — Ionospheric delay corrected pseudo-range.
The data types may be combined in each of the choices, e.g.,
L1+L2 would use both L1 and L2 while assuming that the ionospheric
delay is negligible. Example: data_type l1 l1+l2 lc+p1

@ OUT_SIG_LIMIT
Sets the maximum sigma of a position estimate for it to be output.
If pseudorange data types are used, the default value of 1 m needs
to increased to 10-100 meters. (Note restriction on back_type
smooth: Option can not be used with pseudoranges).

@ RMS_EDIT_TOL
Controls postfit editing of data by removing data more than n-times
the RMS scatter of the residuals (Default 3.0)

@ EDIT_SSV
Allows specification of data to be deleted from the analysis.
The name should correspond to the name given in the
OBS_FILE command. is the numerical PRN number of the
satellite to be deleted. The and
are given as year month day hour min second.
e.g., edit_ssv t39a 13 1998 8 16 20 0 0.0 1998 8 16 20 10 5.00
would deleted data on PRN 13 between the times given.

@ USR_ADDBF
Allows user to add a bias file at site for PRN at time
. First valid measurement at or after time will be flags.

@ USR_DELBF
Allows user to delete a bias file at site for PRN at time
. The time must match within 50% of sampling interval.

@ AMBIN_FILE
Allows specification of file with ambiguity estimates and flags
that are used instead of the values determined by the program.
(This is the same file that can be specified in the command line
for the program). Putting it in the command files allows a record
to be kept of the specific file used. The ambin_file must coincide
exactly with the biases parameter table expected by by track (i.e.,
it usually generated with a grep FINAL of the track screen output
(assumed re-directed to a file). Most importantly, if this
file is to used, the bf_set, edit_ssv, cut_off commands should
not be changed from the run that generated the ambin_file. These
files will probably not be usable by different versions of Track.

@ ANTMOD_FILE
Name of ANTEX file containing phase center models for satellites
and stations. Code is dimensioned to all 1-deg zen, azimuth spacing
for site to map phase variations. Command can be issued multiple
times with later values replacing earlier ones.
NOTE: Command MUST be used after obs_file and ante_off commands
to ensure entries for antennas are read.

@ DCB_FILE
Set the name of the data-code-bias (DCB) file. This file is part of the
GAMIT tables directory and should be updated regularly. It is used to
remove biases in the Melbourne-Wubbena widelanes. The receiver type can
be specified with the RCV_TYPE or ANTE_OFF commands.

@ FLOAT_TYPE [Rel
Allows specification of the floating point ambiquity limits. It is
through this command that the bias fixing algorithm is controlled.
The main factors to consider are the and values
which default to 1 giving them equal weight with the fit of the LC
data. (For L1+L2 float type, these entries are ignored).
For long baselines (>20 km) the should be reduced
to give less weight to the ionospheric delay constraint. For 100 km
baselines, 0.1 seems to work well. With very good range data (ie.,
WL ambiquities all near integer values), this factor can be
reduced.
For noisy or systematic range data (can be tested with a P1,P2 or PC
solution), the WL_fact may be reduced.
is the iteration to start the floating point estimation
(default is 1)
is decimation level ie. how often should the data
by sampled in making the estimate (default is 4)
Data type to use for the estimate. Choices are
L1+L2 or LC. Note: for LC ambiquity resolution, the
MW-Widelanes need to be well determined so that the
L1-L2 ambiquities can be resolved from these estimates
Limits in the standard deviation of the
floating point estimate that allows it to be fixed to
an integer value (cycles), and on the maximum sigma
allowed even to attempt resolving biases (Two values
are needed). The sigma of the estimate
will depend on the data noise assumed and the
decimation rate (defaults are 0.25 cycles and 0.5 cycles)
weight to be given to deviation of MW-WL from zero.
Default is 1 (ie., equal weight with LC residuals).
Setting the value smaller will downlweight the contribution
of the MW-WL
weight to be given to deviation of the Ionospheric delay
from zero. Default is 1 (i.e., ionospheric delay is assumed
to be zero and given unit weighting in deterimining how
well a set of integer ambiquities fit the data. On long
baselines, value should be reduced.
Maximum value of (res/sig)**2 allowed for biases to be
fixed. (Default 25).
[RelRank] Relative rank for bias to be fixed (Same as amb_cycle
(Added version 1.20)

@ RM_CSLIP <# MW WL> <# EX WL>
Tries to remove cycle slips by patching slips similar to autcln. The arguments
are <# MW WL> number of Wideline values needed on each side of the slip.
20 is a typical value to use (must be given)
<# EX WL> number of EX widelanes to use (10 default).
Relative rank ratio of slip removal (Default 20)
Additive chi2 to be added (incase fit happens to be very good (Default Minimum chi2 to associate with best chi value (Default
Using RM_CSLIP 20 will invoke the feature and use default values for all others.

@ MIN_TOLS
This command allows the specification of minimum values that used to be
hardwired in track. Specifying -1 for value will retain the default.
is the minimum sigma to be assigned to the float estimate of
the LC bias estimates (Default 0.01 cycles)
is the correlation time in seconds to be used in computing the sigma
of the mean WL values. (Default 600 sec).
RMS of initial PC position solution that will set a site to
be dynamic. (Defualt 10 m).

@ BACK_TYPE
Allows specification of the type of solution to run backwards in time.
Current options are (vers 1.02)
BACK — Simply runs a standard KF backwards in time. Write both the
forward and backwards solution to the output file.
Options for vers =>1.03
SMOOTH — runs a smoothing filter. Only the forward running epochs
are written to the output file.

@ AMB_CYCLE
Allows specification of the parameters to be used in fixing the
bias parameters to integers. The options are:
— Number of samples to use. Default is 20. Making
this value larger will slow the program down because
more epochs will be tested
— Relative rank needed for a bias parameter to be
marked as fixed. Default is 5.0. Smaller values will
mean more biases are fixed—to small a value and they
might not be fixed to the correct value.
— Maximum number of values to search at any epoch.
Default is 1million. Setting this value too small
can mean certain biases are never searched over. A
larger value can result in very long times.

@ ION_STATS
Allows specification of the characteristics of the ionosphere. For
all parameters a value less than zero will use the default. The
parameters given are:
– Largest jump in the ion delay allowed before bias
flag introduced. (The delay is L1 – (fL1/fL2)*L2
and therefore a 1/1 L1 L2 slips changes delay by
0.28 cycles. Default is 0.2 cycles. Units: cycles
– Parts-per-million expected for ion contribution.
(Values between 1 and 10 are typical)
– Weight to be given to ion-delay residuals RMS in
computing the RMS of trial search values. Default
is 0.01 (ie., not highly weighted). For short
baselines (<10km) with an LC search, a high weight is recommended (ie., 1) – Height of ionosphere used in computing ion delay
elevation angle dependence (default 350 km).
Units: km
– Spatial correlation length to used. Larger
values will allow less ionospheric delay differences
between sites (default 300 km). Units: km

@ POS_ROOT
Allows specification of the root part of the file names for the
position output files. The file naming scheme generates file names
of the following form: for pos_root = mert_229 the names are:
mert_229.GEOD.tubi.L2 — Kinematic site tubi, GEOD output, data L2
mert_229.GEOD.tubi.LC — Kinematic site tubi, GEOD output, data LC
mert_229.NEU.tubi.L2 — Kinematic site tubi, NEU output, data L2
mert_229.NEU.tubi.LC — Kinematic site tubi, NEU output, data LC

@ RES_ROOT
Outpute the postfit residuals for the data type being processed. For
res_root mert_229 then files names generated ar
mert_229.tubi.PRNnn.LC for site tubi with LC data

@ SUM_FILE
Outputs a summary file of the run including statistics of the postfit
data residuals

@ WLS_ROOT
Outputs the wide lanes corrected for cycle slips and model differences
bwteen L1 and L2 to files (Ver 1.29) whose names start with .
Data not used in the processing are not included.

@ RWL_ROOT
Outputs the raw wide lanes not corrected for cycle slips to files whose
names start with . (These are the values track uses to flag
cycle slips and add bais flags). All data are output and the elevation
angles are zero since these are not available.

@ IONEX_FILE
Name of IGS standard format IONEX file to be used. In long baseline
processing, these models should improve the mean and RMS scatter of
the EX widelane (L1-scaled L2 difference).

@ IONLOS_FILE
Name of site (4-char code) and corresponding line of sight ionospheric
delay file. Format of file is .
Data lines start with at least one blank at start of line. The file
must be consistant with the start time and data interval of the track
run using the file. (These LOS files are generated from smoothing the
L1-L2 phase differences in the dump files generated with output type DUMP.

@ OUT_TYPE
Allows specification of the type of position outputs to be generated.
There are two choices:
GEOD — Geodetic coordinates (Latitude, Longitude and height).
This format is compatible with GITAR output
NEU — Local North, East and height differences between the
first fixed site and the kinematic sites. North, East
and Up are defined by triad of axes at the reference
site.
DHU — Difference in NEU from the initial coordinates of a site.
Differences are in mm.
XYZ — Cartesian XYZ coordinates
DUMP — Dump of L1/L2 phase and range residals along with azimuth
and elevation angles. When a IONEX files is used, the tec
in TECU and the latitude and longitude of the sub-ionospheric
point are also given.
Both types can be output in one run if both strings are given with
no blanks separating them (e.g., geod+neu)

@ CUT_OFF
Allows specification of minimum elevation angle of data to be
used in the solutions. Units: Degrees

@ START_TIME
Allows a specific start time to be specified. Normally the start
time defaults to the first time with overlapping data between at
least two sites.

@ INTERVAL
Allows specification of sampling interval. Must be in integer multiple
of actual sampling interval (Units: seconds)
NOTE: When rinex files have different sampling the largest interval
should be specified. I may also be necessary to give a start_time
to have the epoch line up correct (DISASTER No matching data
message).

@ NUM_EPOCHS
Allows specification of number of epochs of data to process. Normally
the number of epochs is choosen to run until the end of overlapping
data.

@ EXCLUDE_SVS
Excludes satellites from being processed. Useful when a satellite is not
in an SP3 file or not available during the times there are data.
Example: exclude_svs 26 22 13

@ STOPGO_MODE
Command to set a stop/go mode that allows data to processed with small
stochastic variations during intervals when a receiver is static.
(On Trimble receivers this done by changing the receiver from ROVE mode
to STATIC mode).
The rinex records for the two modes are:
| denotes start kinematic mode
04 1 12 17 33 25.0000000 2 2
0.000 COMMENT
KINEMATIC MODE COMMENT
…….
| denote start static mode.
04 1 12 17 50 10.0000000 3 1
STATIC MODE COMMENT
By default if no extra argument is given, the variance during
static mode 10^6 times less than the kinematic mode process noise set
in the site_stats command.

@ MWWL_JUMP
Sets the magnitude of a jump the MW widelane that will be flaged as
a slip. (Default is 5 cycles). Increase this value to stop bias flags
being added.

STRATEGIES FOR USE OF PROGRAM

Depending on the nature of the data analyzed, track can often not resolve
all the ambiguities in a single pass. Below are some suggested
methods for resolving all of the ambiguties. Both the GEOD and
NEU output files tell the user the number of unresolved ambiguities
at each epoch of data. The start of the NEU output look like:

  • YY MM DD HR MIN Sec dNorth +- dEast +- dHeight +- RM
  • (m) (m) (m) (m) (m) (m) (mm
    1999 8 16 0 5 30.000 -20056.7861 0.0130 125156.5258 0.0126 132.9964 0.0655 10.

    1999 8 16 0 31 30.000 -20056.8053 0.0099 125156.5439 0.0104 132.9933 0.0405 16.

    The last two entries on each line are the number of ambiguities
    needed for the data being analyzed and the number that have not
    been fixed to integers. Any entries with the last value not equal
    zero should be treated with caution. Ideally, we want to resolve
    all biases. No resolved biases in the final processing are estimated
    during the run. Since Vers 1.01 is only a forward Kalman filter,
    the position estimates when the biases are first being estimated
    will be effected by the poorly determined bias at that time. As
    more data are added, the bias will be better determined and have
    less effect on the position estimate.

The number of biases that can be fixed is effected by choices
in the command file and can altered by editing the AMBIN_FILE.
For short baselines (<10 km), the search_type is best choosen
as L1+L2. With aircraft data that has stationary periods near
the base station before and after the flight, one strategy which
seems to work, is to first process with L1+L2. This should
fix all the biases for satellites visible during the stationary
periods. The ambiguities are extracted from this run (with a
grep FINAL of the screen output). The program is then run with
search_type LC and the ambin_file specified. The LC search
often has enough biases already fixed, that it can resolve
the remaining biases that arise during the flight.

Allowing the atmospheric delay to be estimated, is usually
a good way of detecting bias fixing problems in the flight
data since any problems will cause the atmospheric delay to
jump.

When multiple bias flags are added due to gaps, some of the
biases might not be directly resolvable (above the RelRank
tolerances) and these can be forced to be fixed by changing
the Fixd column in the ambin file. (The Fixd value is bit
mapped and so all that is needed is for bit 2 to be set,
i.e., 2,3,6,7,10 .. are all acceptable values. Users might
want to us a value different from that generated by the
program e.g. use 7 to denote a user fixed value). Care should
be taken when setting a bias fixed. For nearby biases, sometime
GPS receivers will have 1/1 slips (i.e., 1 L1 and 1 L2 cycle
change). Such a slip does not change the MW-wide lane but
will effect the ionospheric delay and geodetic solution.

In some cases, after the ambiguity search no ranked list
will be produced. This occurs when none of the values searched
seems acceptable (i.e., the search range is too small). The
search can be increased on each bias parameter by increasing the
sigma values for the MW and EX widelanes (ie., the 2nd and 4th
numerical values following the “WL Res +-” in the bias flag table.
It can also be increased by increasing the ion_ppm value.

For static sites on long baselines (>50 km), fixing the
station coordinates to good apriori values can often be used
to get better ranking in the LC search. This can be done by
using site_stats 0.0001 0.0001 0.0001 1 1 1. In the way
track does its searchs, the apriori sigma of 0.1 mm (in this
case) would be used during the search, but in the final output
the markov process noise of 1 m would be applied at each epoch
(except the first). Once the ambiguities are resolved and an
ambin file generated, the solution could be re-run with loose
aprioris sigmas.

Often on long baselines, the biases are not resolved with
sufficient rank to be fixed, but on examination of the
time series of the atmospheric delay estimates and position
estimates, it is clear that the correct values have been found.
Editing the ambin file to show these biases as fixed will often
help resolved other biases.

Increasing or decreasing the ion_ppm value in the ion_stats
command, often will either expand the search enough to allow
the correct ambiguities to be found, or decrease the search
range so that only ambiguities that generate small ionospheric
delays are found. If the maximum number of searchs allowed
is exceeded, reducing the ion_ppm will often reduce this
number (if the MW- and/or EX widelanes are very uncertain, this
might not help).

For static baselines with site separations of >50km, the
differential atmospheric (ie., difference form the apriori
atmospheric delay model) can be large due to water vapor. The
ATM_BIAS command be used to compensate for this difference and
this will often allow the biases to be fixed. (The value choosen
can be based on the part of the data where the biases were
fixed or on another geodetic analysis e.g. a standard gamit
solution.) In static solution, differential atmospheric
delays of 10 cm at zenith (38 cm at 15 deg — equivalent to
2 cycles) are often seen.

Final Advice: Good luck. With perfect data and no ionosphere
this is easy.

PROGRAM track terminating

Gunung yang menghapus 2 kota

Saya menghabiskan tadi malam untuk melihat video dari youtube tentang dahsyatnya gunung yang satu ini [klik untuk ke video]. Saya benar-benar takjub bagaimana Alloh yang Maha Besar menciptakan makhluk yang mempunyai kekuatan merusak yang sangat besar. Gunung ini terletak di Negara Itali, tepatnya disebelah timur kota Napoli. Sebagai gunung yang tercatat sebagai gunung paling aktif di Eropa, Gunung ini telah berkali-kali erupsi, erupsi paling besar yang pernah dicatat oleh sejarah terjadi pada tahun 79 AD. Gunung ini bernama Gunung Visuvius.

http;//anehdidunia.blogspot.com

Gunung Visuvius saat ini.

Image of a map showing Mount Vesuvius and where it is located in Italy.

Letak Gunung Visuvius

Emmanuel Auger, Ilmuan dari University di Napoli Federico II in Naples, Italy bersama dengan tim melakukan penelitian terhadap Gunung Visuvius. Mereka menggunakan gelombang seismic untuk mempelajari apa yang sebenarnya terdapat di bawah gunung Visuvius saat ini. Cara mudahnya, mereka menggunakan teknik yang sama yang digunakan para dokter kandungan untuk memeriksa janin yang ada di perut ibu. Dari pancaran gelombang seismic tersebut, dengan bantuan komputer, kemudian dicoba untuk menvisualisasikan bentuk bagian bawah Gunung Visuvius. Para ilmuan tersebut kemudian menemukan hasil yang sungguh sangat mengerikan khususnya untuk kelangsungan hidup orang yang tinggal di benua Eropa. Dari penelitian itu diketahui bahwa saat ini di bawah gunung Visuvius terdapat magma yang berada di kedalaman 8 kilometer di bawah Gunung tersebut dan mempunyai luas paling tidak 400 km persegi.

Prediksi kantung magma Gunung Visuvius.

Gambar 3D Gunung Visuvius

Tampilan 3D kantung Magma Gunung Visuvius (lihat link video diatas untuk lebih jelasnya).

KOTA POMPEII DAN HERCULANEUM

Kota Pompeii dan herculaneum terletak di sebelah tenggara dan sebelah timur dari Gunung Visuvius. Kota ini terkenal sebagai pusat maksiat di jaman romawi kuno. Jauh sebelum letusan Gunung Visuvius itu terjadi, tepatnya pada tahun 62 AD, kota tersebut dihantam oleh sebuah gempa yang sangat besar yang meluluhlantakkan bangunan dan kuil. Setelah gempa besar tersebut, kota pompeii menjadi sering dihantam gempa-gempa susulan yang getarannya lebih kecil dari gempa utama. Karena intensitas gempa yang sering dirasakan, penduduk kota tersebut menjadi terbiasa dengan adanya gempa-gempa yang menghantam daerah tersebut. Sampai pada akhirnya mereka juga menganggap biasa gempa pendahuluan yang mendahului meletusnya gunung visuvius.

Menurut catatan sejarah di jaman Romawi kuno, Gempa besar selanjutnya menghantam kota Pompeii pada pagi di tahun 79 AD. Karena seringnya dihantam gempa, mereka tidak waspada terhadap Gunung Raksasa yang berada di belakang mereka. Dan benar saja, tepat di siang hari, Gunung Visuvius meletus dan mengubur kota tersebut dan memusnahkan penduduknya.

Arah pergerakan Abu Gunung Visuvius.

Seorang sastrawan/filsuf Romawi kuno, Pliny the young, menggambarkan detik-detik meletusnya Gunung Visuvius. Saat itu, sang sastrawan tersebut sedang berada di teluk Napoli, menggambarkan Letusan gunung visuvius berbentuk seperti jamur, tegak dan mempunyai payung diatasnya. Abu terlempar jauh tinggi ke atas seperti batang, lalu melebar dan akhirnya berhamburan ke bumi. Tinggi semburan ini diduga mencapai 30 kilometer, dan selama hampir 12 jam kemudian, Pompeii seperti dilapisi abu dan kerikil vulkanis setebal beberapa sentimeter.

Visualisasi Gunung Visuvius berdasarkan catatan Pliny the Young.

Letak Kota Pompeii

Letak Kota Herculaneum

Lapisan debu tebal yang menutupi kedua kota tersebut menyebabkan kota tersebut menjadi kota yang hilang. Hingga pada akhirnya kota Herculaneum ditemukan pada tahun 1738 dan Kota Pompeii ditemukan pada tahun 1784.

Raja Charles VII sangat tertarik dengan temuan-temuan ini hingga memerintahkan untuk melakukan penggalian kembali ke dua kota yang hilang tersebut. Giuseppe Fiorelli yang menjadi kepala tim eskavasi dua kota yang hilang tersebut menggunakan teknik injeksi plester untuk menghilangkan lapisan debu-debu erupsi yang selama ini mengubur kota itu.

 AZAB UNTUK MEREKA YANG DURHAKA

Hasil dari eskavasi yang dilakukan oleh Giuseppe Fiorelli mengungkapkan sebuah fakta yang mengejutkan. Korban keganasana letusan gunung Visuvius ini masih berada di dalam rumah/ruangan mereka tanpa berlari menyelematkan diri. Dari wajah mereka tampak seperti mereka sangat kaget karena ada sesuatu yang menimpa mereka. Dan yang lebih mencengangkan lagi, beberapa dari mereka ditemukan meninggal dalam keadaan sedang keadaan berzina dengan sesama jenis.

Bisa dilacak diberbagai sumber, kota tersebut merupakan pusat prostitusi pada masa Romawi Kuno. Organ kemaluan pria dengan ukuran alsi digantung di pintu-pintu masuk tempat prostitusi tersebut. Menurut tradisi yang mereka yakini saat itu, organ seksual dan hubungan seksual tidaklah tabu dan tidak perlu dilakukan ditempat sembunyi, akan tetapi hendaknya dipertontonkan kepada orang banyak. Na’udzubillah.

Peristiwa itu mengingatkan Kaum sodoom (kaum dari Nabi Luth) yang dimusnahkan oleh Alloh karena mereka durhaka kepadaNYA. Salah satu bentuk kedurhakaannya adalah mereka suka dengan sesama jenis alias Homoseksual. Kemudian Alloh memusnahkan mereka dengan sekejap saja, ya mereka dimusnahkan oleh Alloh dalam waktu semalam saja oleh gempa bumi dan letusan gunung berapi. Al-quran menggambarkan bagaimana kisah yang sangat mengerikan itu terjadi pada Surat Hud ayat 82-83:

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri Kaum Luth itu yang di atas ke bawah (dibalikkan) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. Yang diberi tanda oleh Rabbmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.

Begitu pula dengan Penduduk kota Pompeii, mereka dihancurkan hanya dengan sekejap saja. Ini terbukti dari hasil eskavasi yang dilakukan oleh Giuseppe Fiorelli yang mengatakan bahwa mayat yang ditemukan masih dalam posisi di pembaringan dan mimik muka mereka seperti terkaget-kaget. Hal ini mengindikasikan bahwa bencana tersebut menerjang mereka secara tiba-tiba, tanpa memberikan waktu untuk mereka berlari menyelamatkan diri.

http;//anehdidunia.blogspot.com

http;//anehdidunia.blogspot.com

http;//anehdidunia.blogspot.com

 VISUVIUS SAAT INI.

Sejak tahun 1944, daerah Gunung Visuvius telah dihantam banyak gempa minor (Gempa Kecil). Peneliti dari University of Buffalo, Michael Sheridan, mengatakan bahwa gunung yang terbentuk 25000 tahun yang lalu tersebut mempunyai siklus erupsi besar setiap 2000 tahun sekali. Diantara erupsi besar tersebut terdapat erupsi kecil yang mendahului. Sejarah mencatat, setelah erupsi besar yang terjadi pada 79 AD, terdapat kurang lebih 30 erupsi kecil yang terjadi di Gunung tersebut. Dengan menggunakan asumsi yang dikemukakan oleh sheridan (siklus erupsi besar per 2000 tahun) maka boleh jadi waktu letusan dari Gunung Visuvius tersebut tinggal menunggu waktu. Dengan luas kantung magma yang mencapai 400 kilometer persegi, letusan gunung tersebut tentu akan menyebabkan efek yang sangat besar, daerah eropa pada khususnya, dan Dunia pada umumnya.

Tidak ada yang bisa dilakukan manusia untuk mencegah terjadinya gempa bumi dan gunung meletus. Hal itu disebabkan karena aktivitas tersebut merupakan bentuk kesetimbangan yang diakibatkan karena pergerakan lempeng bumi.

Hanya Alloh lah Rabb Yang Tahu Segalanya, wallahu a’lam bisshowab

Kyoto, 20 Februari 2014

Hidayat Panuntun