Belajar menjadi suami yang baik

great husband

Tidak sedikit pasangan suami istri di Indonesia yang akhirnya memilih bercerai karena menghadapi permasalahan rumah tangga mereka. Salah satu kekurangan yang harus dibenahi adalah tidak adanya kewajiban mengambil pelatihan menjadi suami yang baik. Menjadi dokter saja butuh waktu paling tidak 5 tahun untuk bisa menjadi dokter. Bagaimana dengan menjadi suami??

Imam untuk istrinya, teladan bagi calon anak-anaknya, nahkoda yang oleh Allah dibebani kewajiban untuk menjaga seluruh anggota keluarganya dari api neraka. Dan sayangnya, di Indonesia, tidak ada kewajiban untuk mengambil “mata kuliah” menjadi suami sebelum mereka menikah.

Maka, mari belajar menjadi suami yang baik. Mari belajar menjadi pendengar yang baik.

 

[iframe src=”//www.ytcropper.com/embed/c456e12e4e60dc2″ width=”640″ height=”480″]

 

Kyoto, 10 Maret 2016

Hidayat Panuntun

4 thoughts on “Belajar menjadi suami yang baik

  1. Sangat tersadar dengan tulisan ini. Benar sekali setiap kita mendambakan pasanagt yang baik. Namun kita tidak mempersiapkan diri dari sejak lama. Terkadang sistem pendidikan kita pun tidak mengajarkan tentang ini. Pengajaran dari lingkungan pun tidak kalah suramnya. Kita tidak diajarkan untuk dewasa menuju kehidupan yang lebih dewasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *