Karena doanya menembus batas

 

Pertanyaan sederhana ini akan saya ajukan kepada para orang tua, khususnya para ibu.

Saat kondisi badan lelah, kemudian melihat putra/putrinya melakukan sebuah tindakan nakal..ditengah keramaian umum/saat ada tamu.. Apa yang akan diperbuat oleh seorang ibu…??

Tindakan paling banyak yang akan dilakukan oleh para ibu biasanya (mungkin karena saking jengkelnya..) membentak, menjewer telinga, bahkan ada juga yang memukul anggota badan si Anak. Yaah, namanya juga anak-anak, akal yang diberikan oleh Allah kepadanya masih perlu dibentuk agar sempurna dan peran orang tua lah yang paling besar dalam membentuk akal si anak tersebut.

Biasanya dalam keadaan jengkel si ibu akan menjewer/mencubit si Anak karena kelakuan nakalnya sambil berkata “dasar anak nakal”, atau “dasar anak tidak bisa dikasih tau”, atau bahasa-bahasa jelek sejenis lainnya.

Tidakkah para ibu mengetahui, bahwa apa yang mereka ucapkan boleh jadi menjadi doa yang akan dikabulkan oleh Allah…??? Bagaimana jadinya apabila anak mereka ternyata kelak benar-benar menjadi anak nakal..menjadi anak yang tidak bisa dikasih tau…???

Tidak sedikit pula para ibu yang kemudian hanya bisa menghela napas dan bersabar saat menjumpai anaknya yang telah dewasa tumbuh menjadi anak nakal..mereka berpikir dimana letak kesalahannya..sudah dimasukkan ke sekolah, ikut pengajian rutin di kampung..bahkan mungkin ada juga yang sudah pernah mencicipi pondok pesantren..tapi kenapa tetap nakal..begitu mungkin gumam para ibu tersebut… Padahal boleh jadi itu disebabkan karena doa mereka saat mereka jengkel dan memarahi si Anak saat mereka masih kecil..

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud no. 1536. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini hasan).

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 1797). Dalam dua hadits ini disebutkan umum, artinya mencakup doa orang tua yang berisi kebaikan atau kejelekan pada anaknya.

Teman, tahukah kalian nama ini Abdurrahman AsSudais, beliau adalah seorang syeikh yang menjadi imam di masjidil haram. Suaranya yang mendayu-dayu tidak jarang menyebabkan para jama’ah menangis saat shalat bersama beliau di masjidil Haram.

Teman, tahukah kalian kisah beliau saat beliau masih kanak-kanak…???

Saat syeikh sudais masih kanak-kanak, suatu ketika orang tua beliau kedatangan tamu  kehormatan, sehingga ibunda Syeikh Sudais menyiapkan hidangan termasuk memasak kambing untuk menyambut tamu tersebut.

Ketika hidangan sudah siap saji, masuklah Sudais kecil setelah bermain ke dalam rumahnya. dan alangkah kagetnya sang IBU melihat apa yang Sudais kecil lakukan terhadap hidangan yang sudah ia siapkan.

Sudais kecil menaburkan pasir ke dalam hidangan kambing yang disiapkan ibunya.

Kaget bercampur kesal akhirnya ibunda beliau memarahinya, “Sudais, Awas kamu kalau sudah besar kamu akan menjadi IMAM MASJIDIL HARAM!”

Kemarahan ibunda Sudais inilah yang menjadi do’a luar biasa untuknya. dan kita bisa melihat hasilnya bahwa syeikh sudais benar-benar menjadi Imam di Masjidil Haram.

berikut adalah salah satu sholat yang beliau imami di masjidil haram:

Jadi, bagi para orang tua, terutama para ibu.. Masih punya pikiran untuk berkata yang buruk kepada anak saat dalam kondisi marah…???

berhati-hatilah dalam berkata pada Anak, karena boleh jadi apa yang seorang ibu ucapkan tersebut menjadi doa yang akan diijabah oleh Allah azza wa jalla. Menjadi marah adalah hal yang biasa saat melihat kelakuan anak yang tidak sesuai dengan kehendak orang tuanya, tapi perkataan yang baik saat marah adalah hal yang luar biasa yang akan menjadi kebaikan bagi si Anak kelak, insyaallah.

 

[Untuk istriku, engkaulah sang ustadzah rumah kita saat ini..

kepada engkaulah anak-anak kita belajar membentuk akalnya..

Maka bersabarlah saat engkau menjumpai buah hati kita bertindak tidak seseuai dengan keinginan kita..

Berkata lah semua hal kebaikan saat engkau marah kepada buah hati kita, mudah-mudahan Allah mengijabah apa yang engkau katakan tersebut.]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image